Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaBerita BanjarLansia Asal Ciamis Cari Rongsok di Banjar

Lansia Asal Ciamis Cari Rongsok di Banjar

Oyib (84), pemulung rongsokan asal Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, tampak kelahan hingga tertidur di depan sebuah toko di yang berada di Jalan BKR Kota Banjar. Photo: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Oyib (84), warga Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, tampak kelelahan saat dirinya tengah istirahat di depan sebuah toko, tepatnya di Jalan BKR Kota Banjar. Dengan beralaskan kardus dan ditemani karung yang berisi barang-barang rongsokan, ia pun tak menghiraukan orang-orang yang melihatnya.

“Saya dari Purwadadi, rumah dekat perbatasan dengan Desa Puloerang, Kecamatan Lakbok,” ucap Oyib, saat dijumpai Koran HR di depan toko yang berada di Jalan BKR persis di depan sebuah Bank, Rabu (28/12/2016) lalu.

Jauh-jauh datang dari daerah terpencil di Kabupaten Ciamis, Oyib datang ke sekitaran Pasar Banjar hanya untuk mengais rezeki dengan memulung rongsok berupa gelas maupun botol plastik bekas air mineral.

Meski tenaganya sudah tidak lagi kuat, ia tetap mencari rongsok demi mendapatkan rupiah. Satu karung paling isinya 3 hingga 4 kilogram. Oyib bisa mendapatkan rongsokan sebanyak itu memelukan watu satu hari.

“Sekarang saya sudah dapat 1 karung dan besok akan dijual. Setelah rongsok yang kumpulkan sudah terjual, saya langsung pulang ke rumah dengan berjalan kaki. Kadang ada orang yang memberikan bantuan mengantarkannya hingga wilayah Purwodadi,” tuturnya.

Saat ditanya keberadaan keluarganya, dengan nada terbata-bata dan suara tidak begitu jelas, Oyib mengaku masih memiliki keluarga dan uang hasil jerih payahnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan di rumah.

“Kalau di Banjar saya biasanya dikasih makan atau minum sama orang. Sedangkan tidur, saya tetap di tempat yang sama, di tempat ini. Bila malam tiba, saya tidur dengan meminjam kardus kepada pemilik warung yang buka,” ucapnya.

Setiap malam Oyib lebih memilih untuk tidak melakukan aktifitas mencari rongsok karena takut dianggap berbuat hal-hal negatif oleh orang lain, seperti mencuri. Makanya, ia memilih istirahat di tempat yang sama.

Usia Oyib yang sudah sangat renta namun masih harus bekerja keras mencari nafkah dengan memungut rongsokan, membuat siapa pun yang melihatnya akan merasa prihatin. Seperti diungkapkan Hermadi, salah seorang warga Banjar. Dirinya mengaku tak tega melihat Oyib saat tertidur tanpa menggunakan baju penghangat dengan beralaskan kardus di depan sebuah toko.

“Kadang kalau saya kebetulan mau beli makan di warung yang dekat dengan tempat Oyib istirahat, saya kasih telor asin maupun makanan lainnya agar badannya terasa hangat. Sungguh malang nasibnya. Saya berharap Oyib bisa mendapatkan perhatian agar kesehariannya yang jelas jauh kata sejahtera, bisa ditanggulangi oleh pemerintah,” kata Hermadi. (Muhafid/Koran HR)