Kamis, Desember 1, 2022
BerandaArtikelJangan Isi Daya Smartphone di Colokan Tempat Umum! Ini Bahayanya

Jangan Isi Daya Smartphone di Colokan Tempat Umum! Ini Bahayanya

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Teknologi, (harapanrakyat.com),-

Bagi pengguna smartphone pasti merasa tidak tenang ketika baterai ponsel sudah menipis. Memang tak bisa dipungkiri kalau kita mulai bergantung pada smartphone, mulai dari pesan transportasi online hingga aktivitas sehari-hari.

Jika hal itu menimpa kamu, pasti hal pertama yang ingin kamu lakukan saat melihat ada terminal pengisian daya di tempat umum adalah mengisi daya ponsel. Namun, tanpa disadari bahwa dengan adanya terminal pengisian daya di tempat umum ternyata bisa memunculkan bahaya tersendiri.

Dikutip dari laporan CNN Money, Jum’at (17/02/2017), tanpa disadari, seorang peretas bisa saja mendapatkan informasi dari smartphone yang sedang di-charge menggunakan terminal pengisian daya yang disediakan di tempat umum.

Seorang ahli keamanan dari Authentic8, Drew Paik, menjelaskan, hanya dengan mencolokkan ponsel ke terminal pengisian yang telah ‘dikerjai,’ perangkat kamu jadi terinfeksi dan semua data di dalamnya bisa diretas.

Authentic8 merupakan pembesut Silo, yakni sebuah peramban aman yang tetap merahasiakan seluruh aktivitas penggunanya selama berselancar di internet. Jadi, terminal pengisian daya serta akses Wi-Fi yang ada di tempat umum, seperti bandara, pesawat, taman dan ruang pertemuan, keamanannya tidak terjamin dan juga berisiko. Bahkan, sejumlah pihak yang tidak bertanggung jawab bisa mendapatkan semua data yang ada dalam smartphone.

Hal tersebut dapat dilakukan melalui kabel data yang kamu pakai saat mengisi daya smartphone, yang juga bisa dipakai untuk mengirimkan data dari ponsel ke perangkat lain. Misalnya, ketika kamu mencolokkan iPhone ke Mac dengan kabel data, maka kamu pun bisa memindahkan foto dari smartphone ke komputer atau sebaliknya.

Menurut Drew Paik, bila port yang dipakai untuk mengisi daya sudah diretas, maka jumlah informasi yang mungkin didapatkan si peretas pun tak terbatas, mulai dari email, SMS, photo hingga kontak.

Teknik seperti itu dinamakan juice jacking, yakni sebuah istilah yang diciptakan para peneliti di tahun 2011. Pada tahun 2016 lalu, para peneliti Authentic8 menunjukkan proses ‘video jacking’ menggunakan port yang telah diretas dan video capture guna merekam semua yang dilihat dan diketik ponsel tersebut.

Namun, tanpa mengetahui risiko yang mungkin ditimbulkan, pengguna smartphone rata-rata masih sering mengisi daya dengan port di tempat umum. (Eva/R3/HR-Online)