Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita BanjarPGRI Banjar Kaji Soal Pungli di Sekolah

PGRI Banjar Kaji Soal Pungli di Sekolah

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Adanya sekolah di Kota Banjar menarik iuran yang terindikasi pungli seperti study tour, biaya perpisahan atau kenaikan kelas dan lainnya, terus ditanggapi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Banjar sebagai bahan kajian dan pelurusan.

Hal itu ditegaskan Dadang Darul, salah seorang pengurus PGRI Kota Banjar, kepada Koran HR, Sabtu (04/02/2017) lalu. Menurutnya, meski study tour, biaya perpisahan atau kenaikan kelas merupakan bagian dari 58 indikator jenis pungli di sekolah, sebagaimana penegasan Perpres 87/2016 tentang Satuan Tugas Saber Pungli, namun aturan tersebut perlu adanya penjelasan lebih jauh.

Penjelasan secara rinci mengenai hal tersebut yang dikategorikan praktik pungli diperlukan sekolah-sekolah di Kota Banjar. Sehingga penting menjadi kajian semua pihak, terutama institusi dunia pendidikan, pemerintah daerah dan masyarakat, termasuk juga elemen kontrol sosial seperti LSM dan media.

“Kami sendiri selaku guru akan terus berkoordinasi dan meminta petunjuk pemkot dan Tim Saber Pungli Kota Banjar, untuk bagaimana menyikapinya agar sekolah tidak tersandung masalah,” kata Dadang, yang juga guru di SDN 1 Kujangsari, Kecamatan Langensari.

Yang jelas, lanjut Dadang, persoalan ini tak bisa dibiarkan atau menggelinding begitu saja, apalagi sampai menurunkan kualitas pendidikan. Jadi harus diperhatikan dan penuh kehati-hatian. Meski iuran telah melalui kesepakatan bersama dalam wadah rapat komite sekolah bersangkutan, tapi jangan sampai menjadi bola liar.

Pihaknya tak menampik, bahwa hal demikian itu bisa jadi rawan untuk dipandang atau ditafsir sebagi praktek pungli. Namun, orang tua pun harus paham bahwa pendidikan anak itu menjadi bagian tanggung jawabnya, tak terkecuali para guru dan pemerintah. (Nanks/Koran HR)