Dirumahkan, Buruh Ancam Laporkan PT APL Banjar ke Presiden RI

Ratusan buruh PT. APL Kota Banjar, Jawa Barat yang tergabung dalam Serikat Buruh, Afiliansi KASBI berkumpul di sekretariat KASBI, sebelum demo ke PT APL, Senin (27/3/2017). Photo : Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Ratusan buruh PT. Albasi Parahyangan Lestari (APL) Kota Banjar, Jawa Barat, siang tadi melakukan demo di depan pabrik tersebut, Senin (27/3/2017). Aksi tersebut merupakan buntut dari dirumahkannya ratusan karyawan oleh pihak perusahaan.

Koordinator aksi sekaligus Sekretaris Serikat Buruh APL, Afiliansi KASBI, Irwan Herwanto mengatakan, bahwa aksi ini salahsatu bentuk protes atas diliburkannya ratusan karyawan. Hal ini menurutnya sangat merugikan karyawan, ia beserta buruh lainnya memperjuangkan hak-haknya.

“Kami menuntut hak-hak kami selama diliburkan seperti upah dan lain-lain. Selain itu, kami pun menunggu kepastian kapan akan kembali bekerja, dan saat tadi kami menemui pihak perusahaan belum ada kejelasan,” ujarnya.

Jika masih belum ada kejelasan, para buruh akan mengajukan masalah ini kepada Dinas Tenaga Kerja Kota Banjar. Selain itu, pihaknya juga akan melaporkan masalah ini ke Presiden RI, Joko Widodo .

“Kasus diliburkannya ratusan karyawan ini sangat merugikan kami sebagai buruh, dan kami pun berencana akan melaporkan masalah ini kepada Presiden,” imbuhnya.

Masih kata Irwan, para buruh melakukan aksi ini akan menuntut hak-haknya sebagai pegawai kepada pihak perusahaan PT APL. Hal ini menurutnya berdasarkan UU No. 13 tahun 2003, bahwa meskipun karyawan diliburkan, hak sebagai pegawai perusahaan harus tetap memenuhinya. Namun yang diterima buruh adalah, perusahaan tetap bersikukuh tidak akan membayar dengan alasan perjanjian kontrak kerja.

“Kami mendapat pengumuman diliburkan pada Sabtu kemarin, namun hingga kini belum ada kejelasan kapan bisa bekerja kembali. Untuk itu, meski kami buruh, kami tidak mau dilecehkan dan kami akan terus menuntut bahkan kami pun akan menggelar aksi yang lebih besar,” pungkasnya.

Sementara itu, saat HR mencoba mengkonfirmasi ke pihak PT APL, para pejabat di perusahaan kayu tersebut tidak ada di tempat dan hanya diterima security saja. (Hermanto/R5/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar