Dua Kecamatan di Pangandaran Masih Jadi Lumbung Padi

Kondisi areal pesawahan di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Photo: Entang Saeful Rachman/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran menyebutkan dari 10 kecamatan yang ada di wilayah Pangandaran hanya ada dua kecamatan yang masih menjadi penghasil padi terbesar, yakni Kecamatan Padaherang dan Mangunjaya. Maka dari itu, dua kecamatan tersebut layak menyandang sebagai lumbung padi Pangandaran.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Satriadi, Kecamatan Mangunjaya memiliki luas areal sawah 1.761 hektar milik petani. Dari jumlah tersebut, seluas 1.545 hektar sawah bisa menghasilkan panen dua kali dalam setahun. Sedangkan yang 216 hektar mampu panen tiga kali dalam setahun.

Sementara untuk wilayah Kecamatan Padaherang, kata Satriadi, memiliki luas lahan sebanyak 3.063 hektar yang terbagi dalam 14 desa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 607 hektar sawah hanya bisa panen satu kali dalam setahun. Sementara untuk sisanya dengan jumlah 3.063 hektar mampu menghasilkan panen dari pelaksanaan tanam sebanyak 2 kali.

“Untuk yang satu kali panen, itu berada di sawah wilayah Blok Liposos Desa Ciganjeng dan Desa Paledah. Hal tersebut tentunya sudah kita ketahui bersama lantaran banjir. Jika kondisinya normal, maka hasil kalkulasinya akan lain, yakni akan lebih bagus dan hasilnya pun semakin banyak,” jelasnya kepada Koran HR, Senin (20/03/2017) lalu.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Tina Maryana, mengatakan, Kabupaten Pangandaran memiliki luas areal pesawahan milik petani sebanyak 16.462 hektar. Dari jumlah tersebut, seluas 2.485 hektar merupakan sawah tadah hujan yang artinya mengandalkan air hujan. Sementara itu, untuk jumlah sisanya, tergantung dari kondisi infrastruktur di masing-masing daerah seperti saluran irigasi yang masuk ke areal pesawahan.

“Dari data yang kami miliki, tidak semua bisa tanam atau panen 3 kali dalam setahun, hanya 216 hektar saja. Untuk total yang bisa tanam dan panen dua kali itu jumlahnya 13.725 hektar saja,” terangnya. (Ntang/R6/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar