Geram Tak Ada Air, Tokoh dan Warga dari 2 Kecamatan di Ciamis Datangi Kantor Pintu Air

Kepala desa dan para petani mendatangi petugas pintu air Langensari, Kota Banjar. Photo: Eli Suherli/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah petani, kepala desa dan perwakilan masyarakat dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Lakbok dan Purwadadi Kabupaten Ciamis mendatangi kantor petugas penjaga pintu air irigasi di wilayah Langensari, Kota Banjar. Sebab, sudah beberapa hari air tidak mengalir ke wilayah mereka.

Air yang menjadi salah satu faktor penting untuk para petani dalam menggarap sawahnya yang mencapai ratusan hektar, serta mereka juga dituntut dalam percepatan tanam oleh pemerintah malah justru terhambat oleh pengaturan air yang dirasa tidak memihak kepada masyarakat.

Elon, Kepala Desa Purwadadi, mengatakan, ditutupnya pintu air oleh petugas membuat para petani di wilayahnya tidak bisa menggarap lahan untuk mengikuti intruksi percepatan tanam.

“Karena sudah beberapa hari tidak ada air, makanya kami datang ke sini. Apalagi ditutupnya pintu karena alasan masyarakat lain akan menggunakannya untuk acara hiburan. Jelas ini tidak sesuai. Apalagi kemarin kita diintruksikan Menteri Pertanian saat dating ke Lakbok,” tegas Elon kepada HR Online, Sabtu (25/03/2017).

Hal senada juga diungkapkan Dasiah, Kepala Desa Sindangangin. Menurutnya, para petani, khusunya para pemilik traktor yang ada di wilayahnya mengadu lantaran tidak adanya air. Sehingga, mesin traktor yang akan digunakan untuk membajak sawah dihentikan sementara hingga adanya air dating.

“Saya terkejut saat para pekerja yang membajak sawah dengan traktor mengadu ke kantor desa. Mereka mengatakan sudah lima hari tidak ada air. Maka dari itu saya menuntut agar irigasi dibuka kembali untuk kepentingan umum, bukan kepentingan sekelompok warga,” jelasnya.

Soal hiburan yang menggunakan irigasi, kata Dasiah, seharusnya tidak dilakukan di saluran yang merupakan irigasi vital bagi warga dua kecamatan tersebut. Sebab, mayoritas warga bermatapencaharian sebagai petani.

Sedangkan menurut petugas Pintu Air Langensari yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bahwa penutupan pintu air untuk irigasi tersebut selain karena adanya perbaikan bocoran di saluran, juga pihaknya menerima surat dari penitia pelaksana kegiatan pesta rakyat gogoh iwak atau ngagubyag ikan di saluran irigasi yang berlokasi di Dusun Cibodas, Desa Cintaratu Kecamatan Lakbok.

“Saya tidak tahu apabila acara yang akan dilangsungkan pada hari Minggu tersebut sudah mendapatkan persetujuan semua kelompok tani yang ada di dua kecamatan. Makanya kami melakukan penutupan sementara sesuai yang diminta,” katanya kepada HR Online.

Dari pantauan HR Online, karena terus mendapatkan desakan dari para petani penggarap sawah dari dua kecamatan pada pertemuan tersebut antara petani dan juga panitia pelaksanaan kegiatan pesta rakyat, akhirnya petugas irigasi membuka pintu air tersebut.  Hal tersebut dilakukan sesuai dengan peraturan bahwa irigasi digunakan untuk keperluan pangairan ke lahan pesawahan. (Es/R6/HR Online)

KOMENTAR ANDA