Jaga Tradisi Pesantren, Garda Bangsa Ciamis Gelar Musabaqoh Kitab Kuning

Salah satu peserta saat mengikuti MKK di Pondok Pesantren Miftahul Munawaroh Desa Panyingkiran, Kecamatan/Kabupaten Ciamis, beberapa waktu lalu. Photo: Muhafid/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Garda Bangsa Kabupaten Ciamis menggelar Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) di Pondok Pesantren Miftahul Munawaroh Desa Panyingkiran, Kecamatan/Kabupaten Ciamis, yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu, 25-26 Maret 2017 lalu.

Ketua DKC Garda Bangsa Kabupaten Ciamis, Nopi Zaenudin, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan komitmen Garda Bangsa yang merupakan sayap Partai PKB dalam menjaga serta merawat tradisi Ahlus Sunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyyah, terutama budaya pesantren.

“Kitab kuning sudah menjadi bagian dari kehidupan dari kami. Maka dari itu, kami terus bekerja keras agar generasi penerus tetap menjaga tradisi tersebut, salah satunya dengan MKK,” terangnya kepada HR Online.

Dalam babak penyisihan musabaqoh yang diikuti oleh puluhan santri dari berbagai wilayah yang ada di Ciamis, lanjut pria yang akrab dipanggil Marchel, para peserta saling menunjukan kebolehannya dalam membaca serta mengartikan kitab gundul dari berbagai bidang dihadapan para juri yang merupakan ulama di Kabupaten Ciamis.

“Kami mengambil tiga juara dari masing-masing kategori untuk melanjutkan ke tingkat Provinsi Jawa Barat. Kategori yang kami lombakan diantaranya bidang Fiqih Kitab Fathul Qorib, Bidang Akhlaq Kitab Ihya ‘Ulumuddin, Bidang Nahwu dan Shorof Kitab ‘Imrithi serta Kitab Alfiyah Ibnu Malik,” jelas Marchel.

Ia berharap, para juara yang lolos pada tingkat Kabupaten Ciamis tersebut nantinya bisa meraih prestasi di tingkat Provinsi Jawa Barat dan berlanjut ke tingkat nasional.

“Kami optimis delegasi dari Kabupaten Ciamis dapat meraih prestasi hingga tingkat nasional. Apalagi Ciamis merupakah daerah yang dikenal dengan banyaknya pesantrennya. Mudah-mudahan ikhtiar kami melalui kegiatan ini menjadi pemicu semangat masyarakat untuk mendidik anaknya di pesantren,” pungkasnya.

Pembukaan babak penyisihan MKK tingkat Kabupaten Ciamis di Ponpes Miftahul Manawaroh Desa Panyingkiran, Kecamatan/Kabupaten Ciamis. Photo: Muhafid/HR

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Ciamis, Imam Kurnia, mengatakan, komitmen PKB dalam menjaga tradisi Ahlus Sunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyyah bukan hanya isapan jempol belaka. Namun, dengan berbagai upaya partainya, ia akan selalu bersama para ulama dan para santri untuk terus mendorong serta mengembangkan pendidikan, khususnya di lembaga pesantren.

“Kita lahir dari pesantren. Makanya kita akan selalu bersama pesantren untuk mewujudkan bangsa Indonesia lebih baik, terutama dalam menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua PC NU Kabupaten Ciamis, KH. Agus Abdul Kholik. Ia menilai, kegiatan MKK yang diprakarsai Garda Bangsa tidak hanya dilaksanakan pada tahun 2017 saja. Akan tetapi kegiatan tersebut terus berkelanjutan.

“Ketika kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin di Ciamis, saya yakin antusias para santri untuk belajar kitab kuning akan semakin meningkat. Sebab, perlombaan semacam ini menjadi pemicu mereka untuk berkompetisi dalam mempelajari agama Islam dari berbagai sudut ilmu dengan berbagai pesantren yang ada,” ujarnya. (Muhafid/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar