KTNA Pangandaran Dorong Sistem Zonasi Pertanian

Warino, Ketua KTNA Kabupaten Pangandaran.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Hasil pertanian di Kabupaten Pangandaran dinilai belum mampu menaikkan taraf kehidupan perekonomian masyarakat. Sebab, hingga saat ini belum terbentuk zonasi sentra komoditi di setiap daerah.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Pangandaran, Warino, mengatakan, hasil pertanian masyarakat selama ini hanya dinikimati oleh tengkulak saja. Sehingga, petani sebagai pelaku hanya mampu melakukan produksi dan berujung pada kerugian.

“Harusnya pemerintah daerah sudah mulai melakukan inovasi dengan cara melakukan pemetaan zonasi sentra komoditi,” kata Warino pada Koran HR, Selasa (21/3/2017) lalu.

Masih dikatakan Warino, zonasi sentra komoditi tersebut adalah sebagai salah satu upaya agar setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri dari hasil pertanian. Selain itu, pemerintah juga akan lebih mudah dalam menjalankan program untuk petani.

“Sampai saat ini, pemerintah membuat program untuk petani itu tidak terarah dan lebih terkesan hanya pelaksanaan kegiatan tanpa kejelasan out putnya,” tegas Warino.

Warino menjelaskan, jika zonasi sentra komoditi sudah terpetakan, maka petani tidak hanya saja menjadi pelaku produksi. Akan tetapi dari penanaman, pengolahan, hingga pemasaran, akan terpetakan secara cepat dan lebih dirasakan oleh masyarakat.

“Dengan terbentuknya zonasi sentra komoditi tersebut, juga akan tercipta petani agrobisnis dan secara ekonomi bisa menaikan perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Warino menyarankan kepada pemerintah, bila sistem zonasi dirasa kurang bagus untuk meningkatkan perekonomian, seyogyanya dikaji terlebih dahulu dengan Balai Litbang ataupun Dirjen pengembangan pertanian yang memang memiliki ilminya serta memang sudah ahlinya.

“Kalau Pemda belum mengkaji, baiknya undang dulu Litbang maupun Dirjen untuk soal sistem zonasi. Silahkan kaji agar tahu apakah benar bisa menaikan perekonomian atau tidak. Menteri saja dating, masa untuk mengundang Litbang atau Dirjen Ketahanan Pangan tidak bisa,” ketus Warino. (Mad/R6/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar