Minim Pasokan Air, Petani Sukamukti Ciamis Terancam Gagal Tanam

Lebih dari 70 hektar areal pesawahan di wilayah Desa Sukamukti, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, saat ini mengalami kekeringan. Photo : Suherman/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Lebih dari 70 hektar areal pesawahan di wilayah Desa Sukamukti, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, saat ini mengalami kekeringan. Ratusan petani di wilayah tersebut kini terancam gagal tanam. 

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sukamukti, Hamid, ketika ditemui Koran HR, Selasa (20/03/2017), membenarkan kekeringan yang terjadi di wilayah tersebut. Menurut dia, akibat cuaca panas belakangan ini membuat pasokan air berkurang.

“Kita lihat kondisi cuaca terlebih dahulu. Jika dalam sepekan ke depan hujan tidak juga turun, kami terpaksa harus menurunkan semua mesin pompa air untuk mengairi sawah yang saat ini sudah siap ditanami padi,” katanya.

Hamid menjelaskan, saluran irigasi yang bersumber dari Bendungan Gunung Putri sudah tidak bisa diandalkan untuk mengalirkan air ke area pesawahan. Menurut dia, saluran berada di bawah permukaan sawah, sehingga air sulit naik. 

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis lebih meningkatkan sarana irigasi yang dapat mengairi sawah petani,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukamukti, Agus Ilham, ketika ditemui Koran HR, di ruang kerjanya, Senin (20/03/2017), mengungkapkan, area pesawahan seluas lebih dari 70 hektar yang terdapat di wilayahnya sudah mengalami kekeringan.

Agus menuturkan, sebagai lahan sawah petani sudah mulai retak dan proses pengolahan lahan sawah yang dilakukan sejumlah petani terpaksa harus dihentikan.

“Jika kondisi seperti ini terus berlangsung, kami khawatir petani akan mengalami gagal tanam. Mengingat kondisi lahan sudah mengering dan hujan tidak turun, kami pesimis petani bisa bercocok tanam dengan baik,” katanya. (Suherman/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar