Tahun Ini, 82 Titik Ruas Jalan di Ciamis Ditingkatkan

Jalan Rusak di wilayah Desa Selakarya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis. Photo : Heri Herdianto/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pemerintah Kabupaten Ciamis pada tahun 2017 ini kembali menggulirkan program peningkatan kualitas ruas jalan. Rencananya, program peningkatan jalan tersebut bakal menelan anggaran sekitar Rp. 169 miliar.

Peningkatan ruas jalan itu diproyeksikan dilakukan di 82 titik yang tersebar di 26 kecamatan. Proses peningkatan ruas jalan tersbeut rencananya menggunakan pagu anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Bantuan Pemerintah Provinsi (Banprov). 

Kasi Peningkatan Jalan dan Jembatan, Bidang Binamarga, Kabupaten Ciamis, Andar Iskandar, ketika ditemui Koran HR, di ruang kerjanya, Selasa (21/03/2017), membenarkan agenda tersebut. Menurut dia, program itu masih belum final dan dalam tahap perencanaan.  

“Sekarang masih tahap perencanaan, semoga akhir Bulan Maret sudah beres, sehingga bisa masuk ke proses lelang di Bulan April. Pagu anggarannya dari DAU Rp. 80 miliar, DAK Rp. 27 miliar dan Banprov Rp. 60 miliar,” katanya.

Andar mengungkapkan, untuk peningkatan ruas jalan setidaknya ada dua kriteria, diantaranya yakni peningkatan kualitas dan kwantitas. Dimana yang tadinya masih lapen atau belum hotmik ditingkatkan menjadi hotmik. Dan dari jalan desa menjadi jalan kabupaten baik dari lebar maupun kontruksinya.

“Sampai saat ini, untuk peningkatan status jalan dari desa menjadi jalan kabuparen sesuai SK tahun 2014 No  620/kpts.588-huk/2014, baru sampai 117 ruas jalan,” katanya.

Kasi Pemeliharaan Jalan Bidang Binamarga Kabupaten Ciamis, Aries Taufik Firdaus, menambahkan, dalam anggaran tahun 2017 terdapat 82 titik kegiatan jalan yang masih dalam perencanaan perbaikan.

“Kalau tahapanya sudah final, selanjutnya untuk pelaksanaannya nanti kami akan membuat lelang terlebih dahulu kepada rekanan. Mudah-mudahan bisa cepat terlaksana di tahun 2017 ini,” ujarnya.

Aris menuturkan, pihaknya juga akan merencanakan perbaikan untuk jalur jalan Lingkar Selatan yang sekarang masih berstatus jalan kabupaten. Dengan demikian, beban pekerjaan perbaikan jalan tersebut masih ada di kabupaten.

“Jalur Jalan Lingkar Selatan ini belum berstatus jalan provinsi,” katanya. (Heri/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA