Untung Rugi Bisnis Jual Beli Online di Facebook

Huda (kiri) saat bertransaksi handphone dengan aparat keamanan di Alun-alun Langensari, Kota Banjar. Photo: Muhafid​/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pesatnya teknologi informasi saat ini, membuat berbagai macam kebutuhan semakin mudah terpenuhi dengan cepat. Bahkan, banyaknya orang Indonesia yang menggunakan media sosial Facebook sebagai alternatif untuk jual beli online, sehingga petinggi Facebook terinspirasi untuk mengoptimalkan fiturnya.

Sejak tahun 2015 lalu, Facebook mulai merubah tampilan pada fitur Group di Facebook yang memudahkan para pengguna untuk melakukan aktifitas transaksi jual beli online. Merebaknya group forum jual beli online di Facebook, Koran HR mendapatkan berbagai informasi mengenai kasus penipuan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab yang seringkali akun pelaku dipajang oleh korbannya, dengan tujuan agar persoalannya bisa segera diselesaikan.

Huda, salah seorang pemuda yang aktifitasnya mencari rezeki tambahan dari jual beli online melalui Facebook, mengaku dirinya sudah lima tahun menjalani bisnis jual beli handphone maupun barang lainnya. Selama itu, ia sering menjumpai berbagai kasus penipuan dengan berbagai modus dalam setiap transaksi.

“Kalau kita bertransaksi dengan orang yang tetap menggunakan masker maupun helm dengan dalih akan mengambil uang di ATM, dan membayar setengah atau DP untuk barang tersebut, biasanya itu modus penipuan. Apalagi jika akunnya itu hanya memiliki foto profile cuma 1 atau bukan akun asli, saya harap harus waspada,” ungkapnya, kepada Koran HR, Minggu (19/03/2017) lalu.

Karena berbagai bentuk barang dapat dijual secara online, lanjut Huda, maka pembeli harus teliti dan selalu waspada dengan barang maupun orang yang akan membeli atau menjual barang tersebut. Sebab, jika hal itu tidak diperhatikan, bisa saja kekecewaan, bahkan kerugian akan menjadi resiko yang diterima akibat kecerobohan.

“Dalam jual beli online di Facebook, paling sering kasus motor. Pelaku biasanya menggunakan modus mencoba motornya terlebih dahulu, lalu kabur. Intinya, kalau mau jual beli online lewat Facebook, sebisa mungkin kita ketahui identitasnya, serta harus teliti,” tandasnya.

Meski banyak kasus penipuan yang terus mengintai profesi sampingannya itu, namun Huda mengakui bahwa sarana jual beli online merupakan alternatif agar barang yang akan dijual bisa cepat terjual, dibanding harus menunggu lebih lama. Seperti usaha counter handphone pada umumnya.

Selain itu, melalui aktifitasnya tersebut, Huda juga bisa menambah penghasilan guna menutupi kebutuhan sehari-harinya, yakni dengan mengambil untung dari penjualan barang dari hasil barang yang ia beli dalam forum jual beli online.

“Alhamdulillah, ada modal sedikit bisa diputer dan terus bertambah. Dengan modal hati-hati dengan lawan main serta teliti dalam mengecek barang, saya belum pernah tertipu. Kalau hampir kena tipu ya sering,” ucap Huda, yang mengaku kerap bertransaksi di wilayah Kota Banjar. (Muhafid/Koran HR)

KOMENTAR ANDA