Senin, Mei 23, 2022
BerandaBerita BanjarDisdik Banjar; Komite Bukan Lembaga Berbadan Hukum

Disdik Banjar; Komite Bukan Lembaga Berbadan Hukum

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjar, Ahmad Yani, membenarkan, bahwa penyaluran bantuan Program Banjar Cerdas untuk SMA/SMK negeri batal disalurkan melalui komite sekolah. Hibah bantuan keuangan itu diserahkan kepada Provinsi Jabar, dan nantinya disalurkan langsung kepada pihak sekolah.

“Berdasarkan hasil diskusi, pilihan pola penyaluran tersebut adalah yang lebih aman dibanding hibah melalui komite. Jika dipaksakan akan riskan, karena komite bukan sebuah lembaga berbadan hukum. Diberikan dulu kepada provinsi juga karena sudah menjadi kewenangan pengelolaannya. Toh selanjutnya disalurkan langsung ke sekolah,” terang Yani, saat dikonfirmasi Koran HR, Senin (15/05/2017) lalu.

Namun diakuinya, sampai saat ini bantuan tersebut belum bisa dicairkan karena masih dalam proses koordinasi yang sedang ditempuh dengan Disdik Provinsi. Intinya, faktor sinkronisasi antara Pemprov Jabar dengan Pemkot Banjar, yang imbasnya mempengaruhi pencairan.

“Terpenting kita sudah koordinasi dengan Biro Keuangan dan Disdik Jabar. Pokoknya kita sedang nunggu beritanya,” tandas Yani.

Sedangkan untuk SMA/SMK swasta, hal itu tidak begitu masalah karena disalurkan kepada yayasan yang menaunginya. Di mana yayasan merupakan lembaga berbadan hukum. Sehingga, Pemkot Banjar bisa menyalurkannya langsung.

Namun, SMA/SMK swasta pun belum bisa mencairkan. Pihaknya menduga Dinas Keuangan masih menunggu informasi lebih lanjut untuk memproses pencairannya, juga agar tidak timbul kecemburuan dari sekolah negeri, sehingga pencairannya dilakukan bersamaan.

Sedangkan, mengenai besaran nilai bantuan Program Banjar Cerdas yang diterima SMAN 1 Banjar yang selisihnya jauh dengan SMA/SMK lain, menurut Yani bahwa SMAN 1 itu memang beda, salah satunya unit costnya lebih tinggi dan sebelumnya dikategorikan sebagai RSBI.

“Sarana dan prasarana yang baik dan lengkap dimiliki SMAN 1 harus terus dimanfaatkan dan digunakan siswa, seperti semua ruang kelas yang ada dilengkapi AC, peralatan komputer dan lainnya. Otomatis biayanya lebih tinggi dan itu membuat pemkot berpikir untuk dukungan anggarannya. Jadi bukan mengistimewakannya dan mengabaikan sekolah lain,” terangnya.

Menurut Yani, adanya kecemburuan adalah suatu kewajaran, tapi setelah dijelaskan pihaknya kepada sekolah lain, ternyata mereka juga mengerti. Dia menegaskan, yang jelas kedepan anggaran Banjar Cerdas yang diterima akan diupayakan disamakan. Pihaknya pun berharap programnya terus berlanjut. (Nanks/Koran HR)

Berita Terkait

Program Banjar Cerdas Terkatung-katung?

- Advertisment -