MGMP Sejarah Wilayah 7 Bahas Pengembangan Bahan Ajar di SMKN 2 Ciamis

Pertemuan Musyawah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah wilayah 7 Provinsi Jawab Barat di SMKN 2 Ciamis. Foto: Heri/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Guna meningkatkan pengetahuan terkait pengajaran sejarah, Musyawah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah wilayah 7 Provinsi Jawab Barat, terus berkordinasi serta melakukan pertemuan membahas pengembangan bahan ajar mapel sejarah kurikulum spektrum K 2013.

Ketua MGMP Sejarah Wilayah 7 Provinsi Jawab Barat, Elin Iryani, ketika ditemui Koran HR, Sabtu (29/07/2017) lalu di SMKN 2 Ciamis, membenarkan, pihaknya terus berkordinasi serta membuat pertemuan guna meningkatkan pengetahuan terkait pengajaran sejarah dalam spektrum K13.

Elin menuturkan, pertemuan hal tersebut didasari instruksi Pemerintah telah tentang pemberlakuan spektrum Kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2017-2018 pada tingkat SMK di seluruh Indonesia. Untuk pembelajaran sejarah sendiri mengalami pergeseran waktu yang awalnya 2 jam setiap pertemuan di setiap jenjang kelas, sekarang menjadi 3 jam setiap pertemuan dan hanya berlaku di kelas X saja.

Sehingga, kata Elin, untuk mewujudkan sebuah proses pembelajaran yang baik dan berkualitas, perlu adanya dukungan terhadap ketersediaan sumber belajar yang baik serta pemahaman administrasi mengajar.

Elin menjelaskan, MGMP wilayah 7 sendiri terdiri dari empat kabupaten dan kota, meliputi Kabupaten Ciamis, Pangadaran, Kuningan dan Kota Banjar. Dan pada pertemuan yang digelar di SMKN 2 Ciamis kali ini, diikuti sekitar 70 anggota forum MGMP Sejarah.

Diakui Elin, forum MGMP ini merupakan wadah positif untuk belajar, bertukar ide, sharing, berbagi ilmu, juga berkonsultasi dan memberi masukan, sehingga adanya kesamaan serta peningkatan kelimuan khususnya di mata pelajaran Sejarah.

“Pertemuan MGMP Dejarah wilayah 7 ini kita manfaatkan juga untuk koordinasi sekaligus membahas program kegiatan MGMP Sejarah demi kemajuan peningkatan pemahaman mengajar sejarah di masa mendatang,” ujarnya.

Elin berharap, semoga kelak dengan keaktifan MGMP Sejarah ini, pemerintah bisa melirik dan mengucurkan bantuan. Dengan begitu, pertemuan MGMP Sejarah bisa memberikan manfaat bagi anggota bahkan juga bagi sekolah serta anak didiknya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua MGMP Provinsi Jawab Barat, Tedy Sutardi, menuturkan, pihaknya mengapresisi kegiatan yang dilakukan MGMP Sejarah wilayah 7. Menurut dia,  pertemya itu juga sebagai bagian dari kordinasi serta peningkatan pemahaman dalam mengajar sejarah.

Tedy menegaskan, peningkatan kompetensi mengajar guru sejarah sangatlah penting karena banyak permasalahan yang timbul saat mengajar. Permasalahan itu bisa terjadi akibat metode yang diberikan itu-itu saja, sehingga anak merasa bosan mempelajari sejarah.

“Dengan adanya kegiatan wilayah seperti ini nantinya semua keluhan dan juga permasalahan terkait pembelajaran sejarah akan ada titik terangnya,” pungkas Tedy. (Heri/Koran HR)

Loading...