Musim Kemarau, Petani di Pangandaran Beralih Tanam Kedelai

Petani di Dusun Dukuh Dua, RT.07/03, Desa Parakanmanggu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran saat menanam kedelai bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Saat musim kemarau, sebagian petani di Dusun Dukuh Dua, RT.07/03, Desa Parakanmanggu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, beralih menanam kedelai bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran.

Kepala Desa Parakanmanggu, Suryo, mengatakan, kekeringan yang melanda daerahnya tidak menyurutkan semangat para petani untuk bercocok tanam, yakni dengan menanam kedelai. Karena, tanaman tersebut sangat cocok ditanam saat kemarau.

“Masyarakat di sini antusias dalam bercocok tanam kedelai saat musim kemarau sebagai pengganti padi. Mengingat hampir semua petani di disini merupakan petani tadah hujan atau tani hamparan. Mudah-mudahan hasil dari bercocok tanam kedelai ini memuaskan,” kata Suryo, saat ditemui Koran HR, Sabtu (19/08/2017) lalu.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Mulya Jaya, Salih, mengungkapkan, bahwa kelompoknya mendapat bantuan sebanyak 5 kuintal bibit kedelai dari Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran.

Menurut dia, kondisi kekeringan yang melanda daerahnya saat ini tidak berpengaruh secara signifikan, karena bercocok tanam kedelai sangat pas dilakukan pada waktu musim kemarau.

“Kelompok tani di sini semuanya tani hamparan yang mengandalkan air hujan atau sawah tadah hujan, dan beranggotakan 43 orang. Bantuan yang kami terima sebanyak 5 kuintal bibit kedelai untuk ditanam di lahan seluas 10 hektare. Sekitar 75 hari tanaman ini sudah bisa dipanen,” ujar Salih.

Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran menargetkan 595 hektare penanaman kedelai di sela-sela musim kemarau tahun 2017 ini. Hal itu dikatakan Kabid. Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Tina Maryana, kepada Koran HR, Senin (21/08/2017).

Dia menyebutkan, hingga saat ini realisasi penanaman kedelai sudah mencapai 595 hektare yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Pangandaran. Pendistribusian keuangan untuk biaya kebutuhan penanaman langsung ditransfer ke rekening kelompok tani penanam.

“Anggaran yang disalurkan ke kelompok tani penanam kedelai bersumber dari APBN tahun 2017. Untuk jenis kedele yang ditanam merupakan varietas kedelai Anjasmoro dari Cianjur, dan kedelai Grobogan. Adapun alokasi subsidi keuangan yang disalurkan oleh pemerintah ke kelompok tani per hektare sebesar Rp.1.385.900,” terangnya.

Anggaran tersebut memang tidak sepenuhnya bisa memenuhi seluruh kebutuhan selama penanaman. Untuk itu, beberapa kelompok tani penanam kedelai ada yang mendanai kekurangan kedelainya secara swadaya.

“Petani tidak usah khawatir kedelainya susah untuk dijual, karena kita sudah siap menampung berapapun jumlahnya,” tandas Tina. (Madlani/Koran HR)

Loading...