Jumat, Mei 27, 2022
BerandaBerita Ciamis3 Ruang Kelas di Ciamis Terancam Ambruk Tergerus Longsor

3 Ruang Kelas di Ciamis Terancam Ambruk Tergerus Longsor

Tembok penahan tebing (TPT) setinggi 4 meter dan panjang 10 meter di sekolah dasar (SD) Negeri 2 Nasol di Dusun Palasari, Desa Nasol, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, ambruk tergerus longsor. Foto: Heri Herdianto/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis pada Minggu (08/10/2017) malam, menyebabkan tembok penahan tebing (TPT) setinggi 4 meter dan panjang 10 meter di sekolah dasar (SD) Negeri 2 Nasol di Dusun Palasari, Desa Nasol, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, ambruk tergerus longsor.

Akibatnya, tiga bangunan ruang kelas terancam ambruk. Selain itu, dua rumah warga yang berada di bawah tebing terancam tertimbun longsor.

Wakil Kepala SDN 2 Nasol, Yoyo Karyo, mengatakan, pihaknya tidak mengetahui persis pukul berapa tembok penahan tebing tersebut ambruk. Dia baru tahu kejadian tersebut setelah mendapat informasi dari warga pada Senin (09/10/2017) pagi.

“Kira-kira ambruknya pada Minggu (08/10/2017) malam atau saat hujan mengguyur daerah sekitar sini. Penyebab ambruknya tembok ini mungkin akibat tidak kuat menahan guyuran air hujan yang terus menerus,” ujarnya, kepada Koran HR, Selasa (10/10/2017).

Yoyo menambahkan, usia tembok penahan tebing itu memang sudah lama dan belum pernah mendapat perbaikan. Namun begitu, tambah dia, sebelum ambruk kondisi tebing tersebut terlihat masih kuat dan tidak menunjukan bangunannya akan ambruk. “Mungkin karena ada pergerakan tanah dan terdorong oleh air hujan yang menyebabkan tebing ini ambruk,” ungkapnya.

Meski bangunan tiga ruang kelas untuk kelas 1, kelas 2 dan 3 terancam tergerus longsor, namun sampai saat ini masih dipergunakan untuk kegiatan belajar mengajar. “Karena belum ada ruangan lain, terpaksa kami menggunakan ruangan ini,” ujarnya.

Namun, lanjut dia, apabila kembali terjadi hujan yang mengakibatkan longsoran menggerus ke bangunan ruang kelas, mau tak mau proses belajar mengajar harus direlokasi ke tampat lain. “Memang sebelum terjadi harus direlokasi ke tempat lain atau sebelum ada perbaikan tembok penahan tebingnya. Karena kalau bangunan itu tetap dipergunakan, dikhawatirkan tiba-tiba ambruk tergerus longsor,” ujarnya.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, longsoran tebing pun mengancam rumah milik Omo, Wasi dan Nana Karyana. Selain itu, bencana longsor di wilayah Kecamatan Cikoneng pun terjadi di beberapa titik. Diantaranya terjadi di Dusun Desa. Di daerah itu tebing setinggi 5 meter dan panjang 10 meter longsor dan menimbun saluran irigasi.

Anggota Tagana Ciamis, Iman Setiaman, mengatakan, longsor di wilayah Kecamatan Cikoneng terjadi juga di Dusun Babakan, Dusun Batumalang, Dusun Sigungdua dan Dusun Palasari. “Memang untuk Desa Nasol ini berdasarkan laporan dari BPBD Ciamis salah satu titik rawan bencana di Ciamis, ditambah setelah musim kemarau hujan terus mengguyur hampir setiap hari,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat terutama yang rumahnya berada di dekat tebing untuk lebih waspada. Terlebih pada saat hujan deras dengan intensitas cukup tinggi. Sebaiknya warga yang terancam longsor untuk sementara mengungsi ke tempat aman guna menghindari adanya korban jiwa. (Heri/Koran HR)

- Advertisment -