Sabtu, Mei 21, 2022
BerandaBerita PangandaranAkibat Hujan Tadi Malam, 2 Sungai di Pangandaran Meluap Akibat Banjir Bandang

Akibat Hujan Tadi Malam, 2 Sungai di Pangandaran Meluap Akibat Banjir Bandang

Sungai Bojongmalang yang berada di Dusun Jajaway, Desa Jadikarya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, meluap akibat terjadinya banjir bandang dan merendap areal persawahan warga, Kamis (05/10/2017) pagi. Foto: Istimewa

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Akibat hujan lebat dengan intensitas tinggi yang terjadi Rabu (04/10/2017) malam hingga Kamis (05/10/2017) pagi tadi, tampaknya membuat sejumlah anak sungai yang berada di wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengalami peningkatan debit air. Bahkan, sungai yang berada di Dusun Karangnangka, Desa Bojong, Kecamatan Parigi dan sungai Bojongmalang yang berada di Dusun Jajaway, Desa Jadikarya, Kecamatan Langkaplancar, meluap akibat terjadinya banjir bandang.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pangandaran, Nana Ruhena, mengatakan, meski terjadi banjir bandang di dua daerah, yakni di Dusun Karangnangka, Desa Bojong, Kecamatan Parigi dan di Dusun Jajaway, Desa Jadikarya, Kecamatan Langkaplancar, namun tidak sampai merendam permukiman warga.

“Laporan dari petugas kami bahwa banjir bandang di dua daerah itu hanya merendam areal persawahan yang berada di pinggiran sungai. Banjir bandang hanya meluap dengan jarak beberapa meter dari sungai,” katanya, kepada HR Online, Kamis (05/10/2017).

Nana menambahkan, akibat hujan lebat yang terjadi tadi malam, memang membuat membuat sejumlah anak sungai yang berada di Kecamatan Parigi, Cijulang, Cigugur dan Langkaplancar, mengalami peningkatan debit air. “Namun sungai yang meluap baru dilaporkan di dua daerah itu saja. Tapi mungkin saja ada di beberapa titik lainnya. Hanya, sejauh ini belum ada laporan permukiman warga yang terendam banjir,” ujarnya.

Nana pun meminta masyarakat di Kabupaten Pangandaran yang berada di titik rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaannya di saat memasuki hujan ini. “Terutama warga yang rumahnya berada di dekat tebing agar menghindar apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Karena khawatir terjadi longsor dan menimpa rumah warga,” ujarnya. (R2/HR-Online)

- Advertisment -