Kamis, Mei 26, 2022
BerandaBerita PangandaranBanjir & Longsor Kembali Terjadi di Pangandaran, 1 Rumah Tertimbun Tanah

Banjir & Longsor Kembali Terjadi di Pangandaran, 1 Rumah Tertimbun Tanah

Banjir dan longsor yang terjadi di Dusun Babakan, Desa Bunisari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Rabu 11 Oktober 2017. Satu rumah warga tertimpa longsoran tanah. Photo: Aceng/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Setelah bencana banjir dan longsor mengepung wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, hingga akhirnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah menetapkan Tanggap Darurat Bencana, dan hari ini, Rabu (11/10/2017), banjir dan longsor kembali terjadi di kabupaten tersebut.

Bencana banjir dan longsor kali ini melanda Dusun Babakan, Desa Bunisari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran. Akibatnya, puluhan rumah warga terkena banjir dan terpantau satu rumah tertimpa longsoran tanah.

Hal ini diungkapkan salah seorang warga setempat, Yati, kepada HR Online, bahwa bencana tersebut terjadi setelah hujan mengguyur pada Selasa (10/10/2017) malam.

“Hujan yang terjadi semalaman juga menyebabkan jalan sebagai akses dari Harumandala ke Kecamatan Cigugur terputus, dan beberapa rumah terendam. Bahkan ada satu rumah yang tertimbun tanah longsor,” terang Yati.

Sementara itu, Ashuri, salah seorang aktivis lingkungan hidup yang tergabung dalam Barisan Rakyat (Bara), mengatakan, kejadian ini merupakan tamparan bagi semua pihak yang seakan sudah lupa kalau hutan merupakan bagian penting dalam kestabilan lingkungan hidup.

“Seharusnya kita tahu bahwa hutan adalah hulu, baik sumber kehidupan atau bencana. Ketika kita menjaga dengan baik, banyak kaidah yang kita bisa didapat. Namun sebaliknya, jika tidak dijaga bisa menimbulkan bencana yang lebih besar lagi. Dan hari ini kita sebagai saksi atas bencana akibat kejahatan lingkungan yang masif antar intansi terkait,” tandasnya.

Dari pantauan HR Online di lokasi bencana banjir dan longsor di Dusun Babakan, Desa Bunisari, terlihat warga tetap menjalankan aktifitasnya, meskipun mereka harus menggunakan rakit buatan. (Cenk/R3/HR-Online)

- Advertisment -