Rabu, Mei 25, 2022
BerandaBerita PangandaranBaru Dibuka Tiga Bulan Lalu, Jalan Cibatu-Ciwilis di Pangandaran Sudah Ditambal

Baru Dibuka Tiga Bulan Lalu, Jalan Cibatu-Ciwilis di Pangandaran Sudah Ditambal

Jalan Cibatu-Ciwilis yang terletak di Desa Jayasari dan Desa Pangkalan Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran yang ditambal pihak rekanan. Foto: Aceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Jalan Raya Cibatu-Ciwilis yang terletak di Desa Jayasari dan Desa Pangkalan Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran yang baru dibuka sekitar tiga bulan lalu menjadi perbincangan masyarakat. Pasalnya, proyek yang dikerjakan sekitar empat bulan lalu sudah ditambal.

Diketahui, jalan yang sebelumnya menjadi kontroversi lantaran realisasi lebar jalan hanya 3,5 meter. Padahal, rencananya jalan tersebut lebarnya 4 meter. Tak hanya itu, sebagian masyarakat menilai pembangunan jalan tersebut kurang bagus ditambah saat ini ditemukan tambalan.

Elia, salah satu tokoh pemuda di Desa Jayasari, mengungkapkan, pembangunan jalan tersebut sejak awal sudah menjadi kontroversi di tengah-tengah masyarakat. Sebelumnya, soal lebar jalan yang hanya 3,5 meter dari rencana lebarnya 4 meter, namun pihak ketiga berdalih realisasi tersebut karena badan jalan yang tidak memungkinkan untuk lebar 4 meter.

“Dengan alasan tersebut, otomatis masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa. Nah untuk saat ini, kondisi jalan tersebut sangat tidak ramah lingkungan. Sebab, ketika jalan dilewati kendaraan justru berdebu,” ungkapnya kepada HR Online, Sabtu (30/09/2017).

Ia menambahkan, untuk minggu-minggu ini, tampak sejumlah pekerja dari pihak rekanan memperbaiki sejumlah titik jalan dengan cara ditambal. Meski begitu, Elia mengaku cukup senang rekanan mau bertanggungjawab atas pekerjaannya tersebut.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya, mengaku pernah menanyakan kepada sejumlah pekerja yang tengah memperbaiki jalan Ciwilis-Cibatu yang kondisinya cukup buruk. Ia mengaku terkejut setelah mendapatkan jawaban jika pengerjaannya bagus, otomatis para pekerja tidak dapat pekerjaan tambahan.

“Ini kan aneh. Jawaban salah satu pekerja proyek jalan justru demikian. Saya selaku masyarakat jelas kecewa jika jalan yang kondisinya seperti itu justru seolah-olah disengaja. Saya harap semua pihak harus memperjelas soal ini,” tegasnya. (Aceng/R6/HR-Online)

- Advertisment -