Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaBerita CiamisBegini Kemeriahan Peringatan Tahun Baru Islam di Desa Baregbeg Ciamis

Begini Kemeriahan Peringatan Tahun Baru Islam di Desa Baregbeg Ciamis

Pagelaran wayang kulit yang disaksikan ribuan masyarakat dalam rangka peringatan tahun baru Islam di halaman Desa Baregbeg, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Foto: Muhafid/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Ribuan masyarakat Desa Baregbeg, Kecmatan Lakbok, Kabupaen Ciamis hadiri peringatan tahun baru islam di halaman Kantor Desa Baregbeg, Jum’at (06/10/2017). Dalam kegiatan rutin tahunan tersebut, masyarkat disuguhkan pagelaran wayang kulit Kukuh Bayu Aji dari Banyumas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kemeriahan acara tahunan tersebut diawali tabligh akbar sejak pagi hari yang diiringi tahlil akbar sekitar pukul 14.00 WIB. Tak hanya itu, penyelenggara juga menggelar festival layang-layang yang diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai daerah untuk memperebutkan hadiah berupa uang pembinaan.

Nasiran, Koordinator festival layang-layang, mengatakan, berbagai kegiatan dalam peringatan muharaman tersebut tiada lain sebagai bentuk syukur masyarakat atas keberkahan dari Alloh SWT selama satu tahun.

“Termasuk festival layang-layang ini sebagai sarana menyambung silaturahim antar sesama pecinta layang-layang yang ada di wilayah Kecamatan Lakbok dan sekitarnya. Alhamdulillah antusias masyarakat sangat tinggi, sehingga acara ini begitu meriah,” katanya kepada HR Online.

Sementara itu, Rahmat Suhendar, Kepala Desa Baregbeg, menyampaikan, bahwa acara ini merupakan syukuran warga Desa Baregbeg yang dilaksanakan setiap tahunnya. Dengan semangat kebersamaan masyarakat dalam kegiatan ini, berbagai acara yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari berlangsung lancar.

“Acara ini kami gelar berkat swadaya masyarakat sebagai bentuk semangat gotong royong yang masih sangat melekat di masyarakat. Kami berharap kegiatan yang meliputi bidang keagamaan, kepemudaan, serta kesenian akan semakin menambah semangat masyarakat untuk membantu Pemerintah Desa dalam proses pembangunan yang terus kami lakukan,” katanya kepada HR Online.

Dari pantauan HR Online di lapangan, pagelaran wayang kulit tersebut berlangsung semalam suntuk hingga menjelang waktu subu yang disaksikan berbagai kepala desa, aparat keamanan TNI dan Polisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ribuan masyarakat dari wilayah sekitar. (Muhafid/R6/HR-Online)

- Advertisment -