Minggu, Mei 29, 2022
BerandaBerita CiamisDPRD Ciamis Khawatir Banyak Pengerjaan Proyek Tidak Tuntas Tepat Waktu

DPRD Ciamis Khawatir Banyak Pengerjaan Proyek Tidak Tuntas Tepat Waktu

Anggota Komisi III DPRD Ciamis, Kuncoro Jati Suroso, saat melakukan sidak proyek pengaspalan di Jalan Tanjungsari di Kecamatan Banjaranyar, beberapa waktu lalu. Foto: Eli Suherli/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Ketua Komisi III DPRD Ciamis, Oyat Nur Ayat, meminta Pemkab Ciamis untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap pengerjaan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2017 yang kini masih berjalan. Sebab, dari hasil sidak yang dilakukan DPRD, masih terdapat beberapa proyek yang progresnya lamban dan dikhawatirkan tidak tuntas sampai batas akhir kalender pengerjaan.

Selain itu, lanjut Oyat, faktor cuaca yang kini sudah mamasuki musim hujan, harus menjadi perhatian bagi pihak rekanan. Pasalnya, kata dia, musim hujan dipastikan akan menyulitkan pihak rekanan dalam menyelesaikan pekerjaan. Namun begitu, tidak ada lagi alasan bagi rekanan untuk memperlambat progres pengerjaannya.

“Kami minta kepada rekanan yang progresnya lamban agar mempercepat proses pengerjaannya. Perlu diingat saat ini musim hujan. Kalau terus dilambat-lambat nanti proyeknya tidak akan tuntas,” tegasnya, kepada Koran HR, Selasa (24/10/2017).

Pemkab Ciamis, lanjut Oyat, harus berani tegas dan memberikan penekanan kepada pihak rekanan agar pengerjaan proyeknya tuntas sampai batas akhir kalender. “Baik Dinas Pekerjaan Umum, Tatar Ruang dan Pertanahan atau Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, harus berani tegas serta memberikan penekanan. Karena baik dan buruknya sebuah pengerjaan proyek, salah satunya ditentukan oleh pengawasan dari pihak dinas terkait,” tandasnya.

Jika menilik pada hasil sidak, Oyat mengaku khawatir ada beberapa pengerjaan proyek pembangunan gedung perkantoran yang nantinya tidak tuntas. Karena, menurutnya, pihaknya menemukan beberapa proyek tersebut yang progresnya lamban. “Yang harus lebih diawasi pengerjaannya oleh dinas terkait, yakni proyek pembangunan gedung. Karena proyek gedung butuh kehati-hatian dalam pengerjaannya. Dan itu butuh waktu yang tidak sebentar,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Ciamis, Kuncoro Jati Suroso, mengingatkan bahwa ada beberapa proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Ciamis yang masa kalender pengerjaannya berakhir pada bulan November. Dengan begitu, kata dia, Pemkab Ciamis harus lebih intens dalam melakukan pengawasan agar pengerjaan proyeknya tuntas sampai batas waktu kelander yang ditetapkan.

“Dari hasil sidak kemarin, kami menemukan beberapa pengerjaan proyek yang kontraknya habis bulan November, tetapi progresnya lamban. Seperti proyek pengaspalan Jalan Tanjungsari di Kecamatan Banjaranyar dan proyek lanjutan pembangunan kantor Kecamatan Banjarsari. Kalau progresnya terus seperti itu, saya yakin dua proyek tersebut tidak akan tuntas sampai batas akhir kalender,” ujarnya, kepada Koran HR, Selasa (24/10/2017).

Kuncoro pun meminta dinas terkait agar segera turun tangan dan mendesak pihak rekanannya untuk meningkatkan progres pengerjaannya. “Segi pengawasan dari dinas terkait harus ditingkatkan apabila melihat kondisinya seperti ini. Jangan sampai ada pembiaran ketika sebuah proyek progresnya lamban. Artinya, dinas terkait harus bisa menghindari adanya putus kontrak akibat proyek tidak selesai tepat waktu,” ujarnya.

Kuncoro juga mengkritik Komisi III DPRD Ciamis yang dinilainya terlambat melakukan sidak ke lapangan. Dia menegaskan seharusnya DPRD dari awal proyek berjalan sudah turun melakukan pengawasan. “Saya juga harus akui dan mengkritik ke dalam DPRD. Dengan adanya fakta seperti ini, harus menjadi bahan koreksi bagi DPRD dalam melakukan pengawasan ke depan,” tegasnya.

Kuncoro mengatakan, apabila sebuah pengerjaan proyek tidak tuntas tepat waktu dan kemudian diputus kontrak, yang mengalami kerugian bukan hanya pemerintah daerah, tetapi masyarakat sebagai pengguna hasil pembangunan pun akan dirugikan. “Yang harus diingat adalah kepentingan masyarakat. Jangan sampai masyarakat dirugikan oleh keteledoran pihak rekanan,” tegasnya lagi. (Bgj/Koran-HR)

- Advertisment -