Senin, Mei 16, 2022
BerandaBerita CiamisDPRD Minta PKL di Taman Alun-alun Ciamis Direlokasi

DPRD Minta PKL di Taman Alun-alun Ciamis Direlokasi

PKL di Alun-alun Ciamis. Foto: Dokumen HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis meminta Pemerintah Daerah merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa mangkal di kawasan taman raflesia alun-alun Kabupaten Ciamis. Pasalnya, DPRD menilai keberadaan PKL tersebut merusak keindahan wajah kota Ciamis.

Anggota DPRD Ciamis, Hendra S Marcusi, ketika ditemui Koran HR, Selasa (10/01/2017) lalu, mengatakan, pihaknya tidak akan bosan membahas persoalan penanganan PKL dan juga penglolaan lahan parkir di kawasan pusat kota tersebut.   

“Bila disebut kawasan taman Alun-alun Ciamis, sepetinya sudah tidak lagi ideal. Sebab banyak PKL yang mangkal. Kondisi itu menjadi citra buruk bagi Ciamis karena kawasan alun-alun ini sudah seperti pasar,” katanya.

Hendra menegaskan, PKL tersebut sudah menyalahi aturan dan melanggar estetika. Untuk itu, perlu penanganan yang serius dari pemerintah. Karena jika dibiarkan, maka akan menjadi masalah besar karena jumlah PKL akan terus bertambah.

“Jika dibiarkan, apalagi ada yang mengakomodir PKL bisa berjualan di taman alun-alun, jelas itu pelanggaran. Untuk itu, Satpol PP sebagai penegak Perda harus mengambil langkah tegas dengan menertibkannya,” tandas Hendra.

Kepada Koran HR, Hendra mengaku prihatin lantaran kawasan taman Alun-alun Ciamis kini sudah tidak lagi nyaman untuk dikunjungi. Selain PKL, parkir kendaraan di kawasan itu juga terlihat semrawut. 

“Saya ketahui selama ini PKL membayar retribusi sampah sebesar Rp 1000 rupiah. Tapi jika dihitung pendapatan PKL dengan retribusi yang mereka bayarkan, sangat tidak sebanding. Saya juga yakin, di balik keberadaan PKL ada oknum yang memanfaatkan situasi sehingga PKL bebas berjualan di alun-alun,” katanya.

Seorang PKL yang enggan disebutkan identitasnya, ketika ditemui Koran HR, Selasa (10/10/2017) lalu, mengaku sudah mendengar upaya relokasi yang dilakukan pemerintah. Tapi sampai saat ini dia belum mendapat pemberitahuan secara resmi.

“Kalau memang nantinya pemerintah Ciamis menggusur kami dari taman alun-alun Ciamis, jelas kami akan menerimanya. Dengan catatan, semua PKL yang melanggar ditertibkan jangan sampai hanya yang berada di alun-alun saja,” katanya.

Menurut dia, kawasan taman alun-alun ramai dikarenakan keberadaan PKL. Jika PKL digusur, dia yakin pengunjung yang datang ke kawasan tersebut akan berkurang. (Es/Koran HR)

- Advertisment -