Jumat, Juli 1, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariJumlah Penderita Gangguan Jiwa di Kertahayu Ciamis Masih Tinggi

Jumlah Penderita Gangguan Jiwa di Kertahayu Ciamis Masih Tinggi

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, saat ini tengah memberikan perhatian dan penanganan terhadap 40 penderita gangguan jiwa. Foto : Suherman/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, saat ini tengah memberikan perhatian dan penanganan terhadap 40 penderita gangguan jiwa.

Petugas Pendataan Kesehatan Jiwa Puskesmas Kertahayu, Dewi Oktaviani, S.KM, ketika ditemui Koran HR, Selasa (03/10/2017), mengungkapkan, di tahun 2017 ini pihaknya mencatat sedikitnya 40 warga di wilayah kerja Puskemas Kertahayu mengidap gangguan jiwa.

“Untuk meminimalisir terjadinya peningkatan penyakit gangguan jiwa, Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis saat ini terus melakukan pendataan. Selain itu, kami juga berusaha mengobati para penyandang gangguan jiwa tersebut,” katanya.

Dewi menuturkan, selain melakukan pendataan, pihaknya juga inten mengunjungi secara langsung ke setiap daerah dimana terdapat penderita gangguan jiwa. Dari hasil tersebut, pihaknya menemukan sebanyak 40 orang warga berusia produktif (20-30 tahun) menderita gangguan jiwa.

“Pendataan yang kami lakukan bertujuan untuk membantu keluarga penderita dan memfasilitasi mereka untuk mendapatkan pengobatan. Bagi keluarga tidak mampu dan belum mempunyai KIS, kami juga membantu untuk mengurus pembuatan kartu waluya,” katanya.

Selama program ini, Dewi menambahkan, 10 dari 40 orang penderita gangguan jiwa dirujuk ke RSUD Banjar, RSUD Ciamis dan RSUD Bandung. Mereka sengaja dirujuk untuk mendapatkan pengobatan secara langsung dari dokter jiwa. 

Di tempat yang sama, Kepala UPTD Puskesmas Kertahayu, Agus Sudarisman, S.KM, ketika ditemui Koran HR, Selasa (03/10/2017), mengatakan, program pendataan penyakit jiwa ini adalah program lanjutan pemerintah. Setiap Puskesmas diwajibkan terus memantau dan memperbaharui data jumlah penderita.

“Program ini adalah program berkelanjutan dari Dinkes Ciamis. Tujuannya untuk meminimalisir terjadinya pengembangan penyakit jiwa di masyarakat. Catatan sementara kami, untuk wilayah kerja Puskesmas Kertahayu, penderita gangguan jiwa masih mengalami peningkatan,” katanya.

Meski begitu, kata Agus, jumlah penderita gangguan jiwa ini masih relatif rendah. Setidaknya, jika pendataan terus dilakukan, pihaknya bisa mengupayakan penurunan jumlah penderita gangguan kejiwaan.

“Kami juga berharap kerjasama yang baik dengan pemerintah desa untuk bisa memberikan pelaporan jika ada penderita baru,” katanya. (Suherman/Koran HR)

- Advertisment -