Minggu, Mei 22, 2022
BerandaBerita CiamisKepala Sekolah SMP di Ciamis yang Tewas Gantung Diri Tinggalkan Surat Wasiat

Kepala Sekolah SMP di Ciamis yang Tewas Gantung Diri Tinggalkan Surat Wasiat

Ilustrasi Gantung Diri. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Dede Sukandi (57), Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Rancah yang juga warga Dusun Tambaksari RT 04/RW 01 Desa Tambaksari, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dikabarkan menulis surat wasiat untuk keluarganya. Hal itu diketahui setelah di sekitar tempat gantung diri ditemukan dua lembar kertas yang diduga berisi wasiat.

Dengan adanya temuan surat wasiat ini menguatkan dugaan bahwa korban tewas akibat bunuh diri. Hal itu pun diperkuat dengan temuan sebuah kursi di dekat penemuan korban.

Berita Terkait: Kepala Sekolah SMP di Ciamis Ditemukan Tewas Gantung Diri

Kursi itu diduga digunakan korban untuk pijakan kakinya saat memanjat tali tambang yang sudah terpasang di palang pintu. Kala lehernya sudah terikat tali, kemudian kursinya dijatuhkan. Disaat itulah leher korban mengantung pada tali hingga menyebabkan meninggal dunia.

Paur Humas Polres Ciamis, Iptu Iis Yeni Idaningsih, membenarkan pihaknya menemukan beberapa barang bukti yang menguatkan korban tewas akibat bunuh diri. “Selain tali tambang dan kursi, kami pun menemukan surat wasiat yang diduga ditulis oleh korban sebelum nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” ujarnya, Senin (02/10/2017). Namun, polisi tidak memberikan keterangan terkait isi dari tulisan wasiat tersebut.

Menurut Iis, setelah korban selesai dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan medis, pihak keluarga tidak meminta dilakukan outopsi. Dengan begitu, jenazah korban langsung dimakamkan di areal TPU terdekat.

Sebelumnya, Dede Sukandi (57), ditemukan tewas gantung diri dengan menggunakan tali tambang yang diikatkan di palang pintu dapur rumahnya, Senin (02/10/2017) sekitar pukul 14.30 WIB.

Tewasnya seorang PNS ini membuat geger warga sekitar. Pasalnya, warga tidak menyangka korban yang dikenal sebagai pendidik ini mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. (Heri/R2/HR-Online)

- Advertisment -