Monev Balatkop Jabar, Prospek Pengembangan UMKM Banjar Dinilai Bagus

Kegiatan monev Dinas Koperasi dan UMKM pada Balai Latihan Koperasi (Balatkop) Provinsi Jabar, di salah satu UMKM yang ada di Kota Banjar. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Potensi pelaku UMKM di Kota Banjar dinilai prospeknya sangat bagus dan perlu ditindaklanjuti oleh dinas terkait di daerahnya, untuk dibantu fasilitasi dalam pengembangan usahanya.

Hal itu dikatakan Konsultan Dinas Koperasi dan UMKM pada Balai Latihan Koperasi (Balatkop) Provinsi Jabar, Meriza, saat melakukan monev kepada sejumlah UMKM dan Wira Usaha Baru (WUB) Kota Banjar, Selasa, (24/10/2017) lalu.

“Sejumlah UMKM dan WUB Kota Banjar ini kita monev, setelah sebelumnya mendapat bantuan pelatihan dan pendampingan dari Balatkop Jabar. Hasilnya cukup bagus, ada peningkatan dan tentunya ada keinginan maju dari pelaku UMKM sendiri. Meski begitu, perlu ditindaklanjuti dinas terkait daerahnya untuk terus dibantu pengembangannya,” ujar Meriza, kepada Koran HR, di sela-sela kegiatan monev.

Menurutnya, keberadaan potensi UMKM di Kota Banjar ini tidak hanya cukup difasilitasi pengembangannya oleh pemerintah melalui dinas terkait, tetapi juga perlu adanya kontribusi dari pihak perusahaan, akademisi, serta pihak-pihak lain yang peduli. Tujuannya agar pemberdayaan dan kemajuannya UMKM bisa naik kelas.

Selain itu, UMKM sendiri diharapkan terus meningkatkan jaringan usahanya, salah satunya berupaya membangun dan mempunyai simpul-simpul atau komunitas yang memiliki tujuan sama untuk berkembang.

“Intinya, UMKM akan berhasil jika saling ada keterdukungan. Karena, dengan majunya UMKM akan membawa peningkatan terhadap ekonomi kotanya,” tandas Meriza.

Senada dikatakan Kasi. Pelatihan Balatkop Prov. Jabar, Hesti Susilawati, bahwa berdasarkan monev yang dilakukan, pihaknya menilai keberadaan UMKM dan WUB di Kota Banjar sangat berpotensi untuk terus dikembangkan.

“UMKM dan WUB Kota Banjar ini yang kita monev, keberadaannya bagus. Mereka satu diantaranya punya inovasi produk, dan alur produksi dilakukan dengan baik. Tempat atau dapur produksinya pun sangat bersih dan layak mendapat PIRT dari Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Pihak Baltakop Jabar dalam melakukan monev UMKM dan WUB di Kota Banjar ini sudah tahun ke-empat. Untuk tahun depan dengan anggaran yang disiapkan, baik dari DAK pusat maupun APBD provinsi, Baltakop Jabar akan tetap membantu pengembangan UMKM di setiap kabupaten/kota.

Di tahun 2018, pihaknya akan merekrut dan memberikan peluang untuk 3.000 WUB, Mereka nantinya akan diberi pelatihan dan pendampingan atas tindaklanjut program percetakan 100 ribu WUB Jabar.

Hesti berharap, pada tahun 2018 mendatang minimal ada 100 orang warga Kota Banjar yang mendaftar WUB ke Balatkop Jabar. Tersedia 3 pilihan bisnis, yaitu usaha makan minum (Mamin), konveksi dan salon.

Pendaftarannya via online melalui wirausahabarujabar.net, yang dibuka mulai 1 Januari-1 Februari 2018, atau bisa via offline dengan cara datang langsung ke dinas terkait di daerahnya, dalam hal ini Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan, dan kepada pendamping kotanya dimulai dari sekarang.

“Selanjutnya, kedepan sebagaimana tahapan jadwal yang ditetapkan, berkas permohonan pendaftaran akan diseleksi administrasi, hingga seleksi wawancara,” jelas Hesti.

Sementara itu, Kabid. Koperasi dan UMKM Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Banjar, Neneng Widya Hastuti, mengapresiasi sekaligus terharu akan keberlanjutan program pemberdayaan UMKM di daerah yang dilakukan Balatkop Jabar.

Untuk itu, pihak dinasnya pun langsung menyatakan kesiapannya guna menindaklanjuti pemantauan dan fasilitasi terhadap pengembangan UMKM maupun memfasilitasi warga Kota Banjar yang ingin mendaftar WUB ke Balatkop Jabar di tahun 2018 mendatang.

“Kita siap dan akan terus kembangkan UMKM. Bahkan kami saat ini salah satunya sedang serius melakukan pembentukan UMKM Mart. Untuk WUB, kita akan upayakan mencapai target 100 pendaftar dari warga Kota Banjar. Silahkan, karena ini memang peluang bagus dan harus termanfaatkan oleh warga Kota Banjar,” tukasnya. (Nanks/Koran HR)