Selasa, Juni 28, 2022
BerandaBerita BanjarOlahraga Muaythai Mulai Digemari Anak Muda Banjar

Olahraga Muaythai Mulai Digemari Anak Muda Banjar

Siliwangi Muaythai Camp (SMC) Banjar usai berlatih di tempat olahraga ACC Banjar. Photo: Istimewa.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Olahraga Muaythai saat ini menjadi salah satu yang digemari sebagian anak muda di kota-kota besar di Indonesia. Bukan hanya olahraga biasa, namun olahraga yang dikenal asal negeri Thailand itu justru menjadi gaya hidup.

Di Kota Banjar, keberadaan Komunitas Muaythai terbilang jarang. Akan tetapi sejak dirintis Agustus 2017 lalu dan mendeklarasikan di bulan September 2017, puluhan masyarakat Kota Banjar kini telah mencicipi berbagai latihan yang diberikan pelatih kepada mereka.

Bernama Siliwangi Muaythai Camp (SMC) Banjar, komunitas ini berdiri demi mewujudkan generasi muda Banjar yang sehat dan berprestasi. Berawal dari sejumlah orang yang sebelumnya memiliki kemampuan beladiri Muaythai dari berbagai daerah, akhirnya berkat Yanyan, Teguh, Entang, Joni, Widi, Adit, Izul dan Osep, sehingga anggota Muaythai di Banjar terus mengalami peningkatan.

Joni, salah satu pelatih SMC Banjar, mengungkapkan, olahraga ini hadir di Banjar sejak dirinya bersama teman-teman pecinta Muaythai beritikad memberikan pemahaman kepada masyarakat, soal pentingnya menjaga kesehatan dengan olahraga. Terlebih melalui Muaythai bisa menyalurkannya ke jenjang yang lebih tinggi, yakni untuk menggapai prestasi.

“Saya secara basic itu di Pencak Silat. Akan tetapi, setelah berkenalan dengan Muaythai, saya tertarik untuk belajar lebih jauh sebagai pelatih dan mengajarkannya kepada masyarakat, khususnya di Kota Banjar,” kata Joni, kepada Koran HR, Selasa (24/10/2017) lalu.

Dari sisi kelebihan, lanjut Joni, Muaythai bisa dijadikan sebagai olahraga yang multifungsi, karena selain bela diri, juga sebagai olahraga untuk menjaga kebugaran tubuh. Bagi yang ingin mengencangkan badan, membentuk badan lebih ideal, ataupun diet, olahraga ini sangat cocok.

“Olahraga ini secara gerakan banyak membakar lemak di dalam tubuh. Sementara jika untuk bela diri, olahraga ini bisa dilanjutkan dangan pelatihan khusus bina prestasi,” terangnya.

Hingga saat ini peminat Muaythai di Kota Banjar berasal dari kalangan anak-anak hingga usia dewasa yang berlatih setiap hari Minggu di tempat olahraga ACC Banjar. Selain menggelar latihan atau nama istilahnya camp dengan peserta, pelatih juga memberikan kelas privat kepada siapapun yang berminat memperdalam Muaythai.

“Untuk setiap latihan kita ada iuran sebesar Rp. 10 ribu, dan untuk pendaftaran awal Rp.30 ribu. Tarif ini karena masih promosi. Sementara untuk privat beda lagi, karena kita bisa datang ke rumah masyarakat yang ingin belajar privat,” jelasnya.

Joni juga mengaku kalau saat ini dirinya masih terus melakukan sosialisasi kepada para pelajar maupun berbagai komunitas untuk mengenalkan olahraga Muaythai. Meski serba keterbatasan, namun ia optimis di Banjar nantinya akan semakin berkembang.

“Mudah-mudahan dengan adanya olahraga ini nanti pemuda asal Banjar selain bisa sehat, juga dapat mengukir prestasi bila serius mendalaminya,” harap Joni.

Yanyan, salah satu pembina SMC Banjar, menambahkan, olahraga Muaythai bisa dilakukan oleh siapa saja dengan niat menjaga kesehatan dan menggapai prestasi. Meski termasuk dalam bela diri, namun ia tidak menganjurkan kepada anggotanya untuk pamer kekuatan ataupun kemampuan kepada orang lain dengan tujuan negatif.

“Kita selalu tanamkan kepada mereka untuk terus menjaga kesehatan dengan berolahraga, salah satunya seperti ini. Sebab, kesehatan itu sangat mahal harganya. Jadi, asumsi Muaythai tidak hanya untuk bela diri semata, tetapi untuk menjaga kesehatan tubuh, juga sangat direkomendasikan untuk semua kalangan,” tandasnya. (Muhafid/Koran HR)

- Advertisment -