Rabu, Mei 18, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariPaska Bencana Cikaso, DPUPR Ciamis Perbaiki Saluran dan Pasang Bronjong

Paska Bencana Cikaso, DPUPR Ciamis Perbaiki Saluran dan Pasang Bronjong

Pelaksana Teknis Bidang SDA Dinas PUPR Kabupaten Ciamis, Rusmana, saat berada di lokasi perbaikan saluran dan pemasangan bronjong. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pasca bencana banjir yang menghanyutkan jembatan serta rumah warga di Dusun Sukapura, Desa Cikaso, Kecamatan Banjaranyar, Dinas PUPR Kabupaten Ciamis melakukan pembuatan bronjong di sekitaran tebing Sungai Cikaso. Upaya tersebut sebagai langkah penanggulangan bencana yang membuat panik masyarakat Cikaso dan sekitarnya.

Pelaksana Teknis Bidang SDA Dinas PUPR Kabupaten Ciamis, Rusmana, saat ditemui Koran HR di lokasi, Selasa (24/10/2017) lalu, mengatakan, pembuatan bronjong tersebut merupakan sebuah langkah penanggulangan bencana.

“Pemasangan bronjong sepanjang 37 meter dengan ketinggian 3,5 meter ini bertujuan sebagai penahan (proteksi tebing). Selain pembuatan proteksi tebing, kami juga akan memperbaiki  mercu jembatan yang sempat dibongkar,” katanya.

Rusmana menjelaskan, ada dua permasalahan yang mesti pihaknya tangani. Yang pertama pengerjaan bronjong untuk mengamankan lokasi perumahan warga dan yang kedua adalah pengamanan areal irigasi cikaso yang mengairi sawah seluas 474 hektar.

Menurut Rusmana, saluran irigasi tersebut merupakan nadi ekonomi masyarakat yang ada di  wilayah enam desa, yang meliputi Desa Tanjungsari, Langkapsari, Sukasari, Banjarsari, Cibadak dan Kawasen.

Pada kesempatan itu, Rusmana menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terkena dampak bencana, terkait dengan keterlambatan penanganan yang dilakukan pihaknya. Pihaknya beralasan, keterlambatan itu ditengarai karena faktor cuaca yang kurang bersahabat.

“Disisi lain, kita juga harus bikin desain tekhnik untuk penanggulangan bencana ini. Karena dalam upaya penanggulangan bencana ini kita juga tidak hanya memikirkan penanganan longsor, tapi kita juga harus bisa menyelamatkan areal pertanian. Namun demikian, alhamdulillah saat ini pengerjaan bronjong sudah berjalan dan kekhawatiran warga sudah bisa terobati,” terangnya. (Suherman/Es/Koran HR)

- Advertisment -