Selasa, Mei 24, 2022
BerandaBerita CiamisBerita Banjarsari(Pembunuhan Guru di Ciamis) Istri Korban Berakting Dirampok, Polisi Sempat Terkecoh

(Pembunuhan Guru di Ciamis) Istri Korban Berakting Dirampok, Polisi Sempat Terkecoh

Beginilah akting Sudarni (52), istri korban, yang menjadi otak pembunuhan suaminya (Uun Rohimat), berpura-pura shok dan jatuh pingsan, saat dirawat di IGD Puskesmas Pamarican. Foto ini diambil oleh wartawan HR Online saat beberapa jam diketahui terjadi kasus pembunuhan pada Selasa (22/08/2017) lalu. Foto: Suherman/Dokumentasi HR Online

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Setelah berhasil membunuh suaminya, Sudarni (52), istri guru SMPN 1 Pamarican, Uun Rohimat (60), warga Dusun Pamarican RT 06/RW 02 Desa Pamarican, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, bersama selingkuhannya, Sage (52), langsung mengatur strategi untuk menutupi perbuatan jahatnya. Berpura-pura menjadi korban perampokan menjadi pilihan agar aksi biadabnya tidak terendus oleh pihak kepolisian.

Sebelum melarikan diri, tersangka Sage mencoba mengelebui pihak kepolisian dengan cara mengikatkan tali pada kaki Sudarni. Kemudian wajah dan mulut Sudarni pun ditutup dengan menggunakan kain. Hal itu untuk lebih meyakinkan bahwa Uun Rohimat terbunuh akibat aksi perampokan. Sementara Sudarni pura-pura disekap oleh kawanan perampok usai suaminya terbunuh.

Berita Terkait: Gila! Otak Pembunuh Guru SMPN 1 Pamarican Ciamis Ternyata Istrinya

Tak hanya itu, saat pertama kali diketahui oleh warga atau setelah cucu korban yang masih duduk di bangku kelas 4 SD mendapati kakeknya tewas terbunuh dan kemudian melaporkan kepada tetangganya, Sudarni ternyata pintar sekali berakting.

Saat tali yang mengikat kakinya serta kain yang menutupi wajahnya dilepaskan oleh warga, Sudarni langsung menangis histeris dan kemudian jatuh pingsan. Begitupun teriakan histeris Sudarni kembali pecah saat dia mendapati suaminya sudah tewas dengan kondisi bersimbah darah.

Akting berpura-pura menjadi korban perampokan pun terus dimainkan ketika Sudarni memberikan keterangan kepada warga dan pihak kepolisian. Hal itu terbukti saat HR Online merilis berita kasus pembunuhan ini pada tanggal 22 Agustus 2017 atau setelah beberapa jam ditemukan korban terbunuh.

Berita Terkait: Sebelum Bunuh Guru SMPN 1 Pamarican Ciamis, Istrinya “Begituan” Dulu dengan Pelaku

Pada berita yang dirilis HR Online waktu itu, Ketua RT setempat, Anang Setiana, memberikan keterangan dengan menceritakan pengakuan Sudarni. Kepada Anang, Sudarni mengaku bahwa kejadian tersebut bermula saat korban (Uun Rohimat) tengah terlelap tidur sekitar pukul 02.00 WIB. Tiba-tiba, menurut pangakuan Sudarni, datang dua orang tak dikenal menggunakan tergos (penutup kepala) yang secara langsung meminta kunci mobil serta perhiasan yang dipakai istri korban, Uun.

“Kata Bu Uun (Sudarni), almarhum (suaminya) saat kejadian tersebut langsung melakukan perlawanan. Mungkin tidak pikir panjang, pelaku langsung membacok kepala almarhum. Sementara Bu Uun dipukul dan disekap di dapur,” kata Anang yang menirukan pengakuan Sudarni, seperti dikutip dari berita HR Online sebelumnya dengan judul; Begini Kronologi Dugaan Pembunuhan Guru SMPN 1 Pamarican Ciamis

Beginilah akting Sudarni (52), istri korban, yang menjadi otak pembunuhan suaminya (Uun Rohimat), berpura-pura jatuh pingsan, saat warga dan pihak kepolisian mengevakuasi mayat korban di rumahnya. Foto ini diambil oleh wartawan HR Online saat beberapa jam diketahui terjadi kasus pembunuhan pada Selasa (22/08/2017) lalu. Foto: Suherman/Dokumentasi HR Online

Akting Sudarni saat itu tampaknya berhasil mengelabui warga dan pihak kepolisian. Bahkan, petugas medis Puskesmas Pamarican pun turut kena tipu Sudarni. Saat itu, Sudarni terlihat mengalami shok dan langsung dilarikan ke puskesmas setempat. Selain itu, Sudarni pun beberapa kali terlihat meronta dan berbicara ngawur.

Dari hasil pemeriksaan medis, seperti dirilis HR Online pada tanggal 22 Agustus 2017 dengan judul berita; Korban Pencurian di Pamarican Ciamis, Sudarni Kritis & Alami Syok Berat,  Kepala Puskesmas Pamarican, Tata Sudinta, mengatakan, Sudarni mengalami syok berat (psycomatis) akibat hantaman benda tumpul. Keterangan medis itu pun membantu memuluskan skenario Sudarni yang tengah menutupi aksi biadabnya.

Tak hanya pihak puskesmas, pihak kepolisian pun sempat terkecoh oleh aksi pura-pura Sudarni. Seperti dirilis HR Online pada tanggal 24 Agustus 2017 dengan judul berita; Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Pembunuhan Guru SMPN 1 Pamarican Ciamis, Kapolsek Pamarican AKP Subagja, mengatakan, petugas Kepolisian yang tergabung dalam tim gabungan penyelidikan dari Polres Ciamis dan Polda Jabar masih terus melakukan investigasi kejadian yang mengakibatkan satu orang tewas.

“Tim kami telah melakukan olah TKP. Dari hasil penyelidikan kami, pelaku perampokan berjumlah tiga orang. Hal itu kami temukan dari sidik jari pelaku yang kami temukan di lemari korban dan dalam kejadian ini uang cash milik korban sebesar Rp.10 juta berhasil dibawa lari oleh pelaku,” kata Kapolsek waktu itu.

Meski Sudarni pintar bermain akting dan rapat menyimpan kebusukan, namun akhirnya terungkap juga. Hal itu setelah polisi mendapati kejanggalan dari beberapa keterangan yang disampaikan Sudarni saat dilakukan pemeriksaan.

Saat menggelar konferensi pers, di Mapolres Ciamis, Rabu (18/10/2017), Wakapolres Ciamis, Kompol Imam Rachman, S.Ik, didampingi Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Hendra Virmanto, S.Ik, mengatakan, setelah beberapa kali dilakukan pemeriksaan terhadap Sudarni, ditemukan kejanggalan pada kesaksiannya. Hal itu yang membuat pihak kepolisian langsung menaruh curiga terhadap Sudarni.

Karena curiga terhadap Sudarni, lanjut Imam, pihaknya langsung melakukan penyitaan terhadap handphone milik Sudarni. Dari handpohone itulah akhirnya ditemukan titik terang siapa pelaku pembunuh Uun Rohimat.

Setelah kami cek pada aplikasi pesan SMS (pesan singkat) di handphone istri korban, ternyata terdapat percakapan dengan seorang lelaki. Bukti adanya percakapan via SMS itu yang menjadi petunjuk awal, sehingga kami berhasil menangkap tersangka Sage dan juga kemudian menetapkan istri korban sebagai tersangka,” katanya.

Imam menambahkan, keterangan awal Sudarni yang mengaku sebagai korban perampokan, ternyata hanya bohong belaka. Begitupun soal pengakuan uangnya Rp. 10 juta yang dirampas perampok, hanyalah rekayasa untuk menutupi kejahatannya.

“Saat kami melakukan penangkapan terhadap tersangka Sage di Lampung, dalam tasnya hanya ditemukan uang Rp. 2,5 juta. Tersangka Sage pun mengakui bahwa motif perampokan hanyalah cerita yang dikarang oleh Sudarni,” ujarnya. (DSW/R2/HR-Online)

- Advertisment -