Minggu, Mei 22, 2022
BerandaBerita CiamisPemdes Kutawaringin Ciamis, Jaga Kondusifitas untuk Mencapai Pemerataan Pembangunan

Pemdes Kutawaringin Ciamis, Jaga Kondusifitas untuk Mencapai Pemerataan Pembangunan

Jalan rigid beton yang dibangun Pemerintah Kabupaten Ciamis di wilayah Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pada tahun 2017, program pembangunan yang masuk ke wilayah Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, mengalami peningkatan yang cukup besar. Hal tersebut dikatakan Kepala Desa Kutawaringin, Slamet Bahtiar, kepada Koran HR, Selasa (03/10/2017) lalu.

Selain pembangunan yang didanai dari Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD) dan Bantuan Provinsi (Banprov), ada pula pembangunan infrastruktur berupa jalan yang anggarannya bersumber dari APBD Kabupaten Ciamis, dan dikerjakan oleh pihak ketiga.

Semua pembangunan itu terus berjalan, sehingga pemerintah desa merasa optimis pada tahun 2020 semua perbaikan/pembangunan jalan yang ada di wilayah Desa Kutawaringin akan selesai, dan dipastikan laju lalu lintas akan berjalan normal, taraf perekonomian masyarakat pun akan lebih meningkat.

“Kami optimis, tahun 2020 semua jalan yang ada di desa kami akan bisa terealisasi. Meski hal ini banyak kendala yang harus kami hadapi, seperti halnya pada pekerjaan jalan rigid beton yang saat ini tengah dikerjakan oleh pihak rekanan yang memunculkan beberapa permasalahan di tengah masyarakat kami. Namun, Insya Allah hal ini akan bisa kami selesaikan, tak lepas kami juga melakukan koordinasi dengan semua pihak,” kata Slamet.

Dalam hal ini, pihaknya juga berharap kepada pihak rekanan yang mengerjakan pembangunan rigit, agar senantiasa mengindahkan keluhan warga kami yang rumahnya ada di sekitar lokasi pekerjaan. Hal itu untuk menghindari terjadinya konflik antar warga lingkungan dengan pengguna jalan.

Karena, menurut Slamet, selama ini warga lingkungan selalu mengeluhkan kondisi proyek pekerjaan yang dianggap telah mengganggu terhadap lingkungan, terutama pencemaran udara, di mana proyek dari pengerjaan jalan rigit menimbulkan debu yang sangat mengganggu warga sekitar.

Bahkan, tak henti-hentinya warga menyalahkan pihak pemerintahan desa. Padahal, kapasitas pemerintah desa dalam hal ini hanya sebagai penerima manfaat. Tapi tetap akan menjadi tanggung jawab pihaknya untuk mencari solusi agar permasalahan ini bisa terselesaikan. Pemerintah desa juga telah melakukan koordinasi, baik dengan pihak rekanan maupun dinas terkait.

Lebih lanjut Slamet mengungkapkan, untuk menjaga kekondusifan agar lancarnya setiap program pembangunan yang masuk ke wilayah Desa Kutawaringin, pihaknya menghimbau kepada warga supaya bisa menahan diri.

“Insya Allah, pekerjaan proyek itu akan segera dikerjakan kembali karena masih dalam masa kontrak. Bahkan, hasil koordinasi kami, baik dengan kontraktor maupun dinas terkait, jalan ini masih dalam tahap pengerjaan hingga bulan November mendatang, dan itu masih ada pekerjaan yang harus dilaksanakan, yaitu pembuatan rigit atas setinggi 15 centimeter. Hanya saja soal waktu pelaksanaannya kami juga belum bisa menyebutkan, karena kami masih menunggu tembusan dari pihak rekanan,” terangnya.

Tak lepas dari persoalan tersebut, Pemerintah Desa Kutawaringin tetap mengharapkan kerjasama masyarakat untuk bersama-sama memantau pekerjaan ini agar tidak menimbulkan suudzon dan saling menyalahkan.

Pihaknya pun selaku pemerintah desa saat ini tetap akan melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait, agar pembangunan infrastruktur yang masuk ke wilayahnya berkualitas bagus dan bertahan lama.

“Bila kualitas pembangunannya bagus, tentu bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat. Kami juga berharap kepada pihak kontraktor agar bisa sesegera mungkin melanjutkan pekerjaannya. Karena, jalan ini adalah satu-satunya jalan yang menjadi sumber nadi perekonomian warga. Jika hal ini ditunda terus, maka otomatis roda ekonomi warga kami akan lumpuh,” tandas Slamet. (Suherman/Koran HR)

- Advertisment -