Rabu, Mei 25, 2022
BerandaBerita CiamisPengembangan Wisata Alam di Desa Sukaresik Ciamis Butuh “Campur Tangan” Pihak...

Pengembangan Wisata Alam di Desa Sukaresik Ciamis Butuh “Campur Tangan” Pihak Ketiga

Objek wisata Sungai Cireong, merupakan salah satu destinasi wisata alam yang terdapat di wilayah Desa Sukaresik, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis. Foto : Deni Supendi/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pengembangan destinasi objek wisata alam yang terdapat di wilayah Desa Sukaresik, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, masih memerlukan “campur tangan” pihak ketiga. Pasalnya, masih dibutuhkan sarana penunjang untuk melengkapi fasilitas dan memajukan potensi wisata tersebut.

Sekretaris Desa Sukaresik, Nono Mulyono, ketika ditemui Koran HR, Senin (02/09/2017), menuturkan, diperlukan campur tangan pihak ketiga untuk pengembangan destinasi objek wisata alam yang ada di wilayah Desa Sukaresik.

Nono menjelaskan, terdapat sedikitnya tiga tema wisata alam yang ingin diusung Pemerintah Desa Sukaresik. Tema wisata itu diantaranya wisata air di Sungai Cireong, Camping di Gunung Golkar, Offroad di alam Sukaresik.

Terkait objek wisata air Sungai Cireong, Nono mengungkapkan, destinasi wisata ini baru dibuka secara resmi dua tahun yang lalu. Karena sebelumnya objek wisata ini dikelola oleh kelompok pemuda karang taruna.

“Setelah dibentuk BUMDes, alhamdulillah ada kemajuan dibandingkan sebelum-sebelumnya. Karena sekarang, pengelolaannya diserahkan kepada BUMdes,” katanya.

Nono menuturkan, konsep besar pengembangan wisata air di kawasan Sungai Cireong lebih diarahkan pada wisata berbasis masyarakat. Artinya, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan dan pengelolaan destinasi wisata tersebut lebih diutamakan.

Dari tiga tema pengembangan wisata, kata Nono, baru destinasi wisata air Sungai Cireong yang sudah rutin berjalan. Menurut dia, selama dua tahun ini angka kunjungan wisatawan ke objek wisata tersebut lumayan tinggi.

Kepada Koran HR, Nono mengungkapkan, wisatawan kebanyakan datang di hari Sabtu, Minggu dan hari libur (tanggal merah). Angka kunjungan wisatawan di hari-hari tersebut bila diakumulasikan dalam satu bulan bisa mencapai kurang lebih tiga ribu orang.

“Mayoritas wisatawan yang datang berasal dari luar daerah, seperti dari Kota Banjar, Tasikmalaya, Garut, Purwakarta dan Jakarta. Mereka datang karena mendapat informasi tentang objek wisata ini dari internet,” katanya.

Berkaitan dengan pembukaan lokasi Bumi Perkemahan di kawasan Gunung Golkar, Nono menjelaskan, pihaknya baru akan melakukannya di tahun 2018 mendatang atau setelah masa kontrak lahan dengan masyarakat sudah habis.

“Lahan seluas ribuan hektar itu milik desa. Sekarang masih dikontrak oleh masyarakat. Setelah masa kontrak habis, nanti rencananya akan kita jadikan bumi perkemahan. Wahana ini juga sebagai penunjang wisata air Sungai Cireong, karena lokasinya tidak terlalu jauh,” katanya.

Nono menyebutkan, terkait penataan lahan di kawasan kaki Gunung Golkar, biaya yang dibutuhkan untuk itu diperkirakan mencapai angka milyaran. Dalam hal ini, diperlukan peran serta atau campur tangan dari pihak ketiga.

“Sebab, bila mengandalkan anggaran dari pemerintah desa, baik alokasi dana desa (ADD) atau dana desa, tentunya tidak akan memadai. Karena posting anggaran alokasi dana desa ataupun dana desa sudah ditentukan,” katanya.

Di tempat terpisah, Kasi Pembangunan Kecamatan Sindangkasih, Ence Rusmana, ketika dimintai tanggapan oleh Koran HR, Senin (02/10/2017) lalu, mengaku sangat mendukung pengembangan destinasi wisata yang terdapat di wilayah Desa Sukaresik.

Ence menegaskan, pihaknya akan memfasilitasi Pemerintah Desa Sukaresik dalam mengembangkan potensi wisata tersebut, baik itu kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis ataupun pihak ketiga (swasta).

Menurut Ence, pengembangan potensi wisata di wilayah Desa Suakresik akan menjadi perhatian serius pihaknya. Terlebih, pihaknya sudah mendapat tugas untuk menggali potensi wisata yang ada di wilayah tersebut.

Sayangnya, Ketika Koran HR akan mengkonfirmasi langkah pengembangan objek wisata yang terdapat di wilayah Desa Sukaresik, Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Budi Kurnia, sedang berada di luar kota. (Deni/Koran HR)

- Advertisment -