Senin, Mei 16, 2022
BerandaBerita CiamisPetani Cabai di Ciamis Diminta Waspadai Serangan Hama & Penyakit

Petani Cabai di Ciamis Diminta Waspadai Serangan Hama & Penyakit

Ilustrasi kawasan pertanian cabe. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Petani cabai di wilayah Kabupaten Ciamis diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan penyakit hama. Pasalnya, belakangan ini musim hujan, khususnya di Kabupaten Ciamis, sudah mulai turun.

Ketua Kelompok Tani Karangsari, Kecamatan Sukamantri, Pipin Apilin, ketika ditemui Koran HR, Selasa (03/10/2017), mengaku sudah mengimbau anggotanya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan hama dan penyakit yang datang di musim penghujan.

Menurut Pipin, kebun cabai yang berada di wilayah Kecamatan Sukamantri mencapai sekitar 130 Hektar. Sebanyak 70 persen diantaranya ditanami cabai besar, TW dan kriting, sedangkan sisanya cabai rawit.

“Mudah-mudahan saja, tanaman cabai kami ini tidak kena serangan hama dan penyakit. Tentunya nanti, hasil produksinya banyak dan harganya juga bagus,” ujarnya.

Diakui Pipin, pada musim hujan ini pasokan air banyak dan lancar. Tetapi, pihaknya merasa was-was dengan kemungkinan serangan hama dan penyakit. Terutama potensi serangan jamur, karena pada musim hujan tanah menjadi lebih lembab.

Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Ciamis, Tini Lastiniwati, ketika ditemui Koran HR, Selasa (03/10/2017), menuturkan, saat ini sebagian besar tanaman cabai di wilayah Sukamantri dalam masa pertumbuhan.

Menurut Tini, sekarang ini masih masa vagetatif, pertumbuhannya cukup bagus, karena belum turun hujan yang berkepanjangan. Sebagian juga belum berbuah. Pihaknya berharap petani lebih mewaspadai dan mengantisipasi adanya ancaman hama dan penyakit di musim hujan.

Beberapa jenis ancaman hama dan penyakit yang banyak dijumpati pada saat musim penghujan, kata Tini, diantaranya adalah serangan hama lalat buah, ulat, dan termasuk kutu kebul putih.

Saat awal musim penghujan ini, kata Tini, cocok untuk tanaman sayuran semusim. Namun ketika curah hujan tinggi dan berkepanjangan, maka rentan terjadi serangan hama dan penyakit, terutama untuk tanaman cabai.

“Potensi kerusakan tanaman akibat hujan berkepanjangan juga bakal terjadi pada tanaman cabai. Apalagi ketika tanaman mulai berbuah dan munculnya serangan penyakit. Untuk itu, petani juga, kami harapkan lebih meningkatkan perhatian terhadap kondisi tanaman. Apabila tidak segera ditanggulangi, maka dapat mengancam produksi cabai,” pungkasnya. (DSW/Koran-HR)

- Advertisment -