SDN 1 Mekarjaya Ciamis Tanamkan Karakter Baik Lewat Program Terarah

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sekolah menjadi lingkungan yang tepat untuk melatih anak memiliki kebiasaan baik, melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan. Guru dapat menanamkan nilai-nilai karakter pada berbagai macam kegiatan agar anak menjadi lebih baik.

Seperti yang dilakukan SDN 1 Mekarjaya, Kecamatan Baregbeg. Kebiasaan baik yang diterapkan di sekolah ini diantaranya mulai dari kegiatan keagamaan, literasi, olahraga hingga kebersihan sekolah.

Kepala SDN 1 Mekarjaya, Uca Hendarin, ketika ditemui Koran HR di ruang kerjanya, Senin (23/10/2017) lalu membenarkan bahwa menanamkan nila-nilai karakter baik dalam berbagai kegiatan akan menjadi kebiasaan bagi anak didik.

Uca menuturkan, kegiatan yang dilakukan di SDN 1 Mekarjaya selalu terjadwal. Misalnya, setiap Hari Senin menerapkan kebiasan untuk memupuk jiwa nasionalisme lewat upacara bendera. Pada Hari Selasa dilanjutkan dengan kegiatan keagamaan. Hari Rabu, senam bersama. Hari Kamis, literasi sekolah. Dan di Hari Jumat dan Sabtu pengembangan karakter cinta sekolah melalui gerakan bersih-bersih.

“Kegiatan ini terjadwal setiap hari sebelum masuk kelas. Tujuannya untuk membiasakan anak dan menumbuhkan karakter anak,” ujarnya.

Diakui Uca, setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda. Untuk membentuk karakter, maka diperlukan upaya pembiasaan dan pelatihan. Upaya itu bisa dibangun melalui pembelajaran dan pelatihan.

Uca menambahkan, tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan penguatan pendidikan karakter di sekolah. Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan siswa tersebut nantinya  dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme, jiwa sehat, percaya diri, jujur dan bertanggungjawab, peduli, serta jiwa gotong-royong.

Di tempat terpisah, Kepala UPTD Pendidikan Baregbeg, H. Dedi Kusmana, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi upaya SDN 1 Mekarjaya dalam menumbuhkan dan meningkatkan karakter baik siswa lewat kegiatan.

“Setiap anak didik perlu dibekali keimanan yang kuat, nilai-nilai kepribadian yang luhur, dan keterampilan tanpa paksaan. Ini dapat tercipta melalui program yang terarah dan kebiasaan di sekolah,” katanya. (Heri/Koran HR)

Loading...