Sabtu, Mei 28, 2022
BerandaBerita BanjarSoal Izin Toserba Yogya, DPMPTSP Banjar Akui Izinnya Masih Berpedoman Aturan Lama

Soal Izin Toserba Yogya, DPMPTSP Banjar Akui Izinnya Masih Berpedoman Aturan Lama

Kawasan Toserba Yogya di Kota Banjar. Foto: Dokumen HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Terkait persoalan toko modern yang dianggap menabrak aturan karena belum menyediakan areal parkir sebagai salah satu syarat dalam izin mendirikan toko modern, seperti diberitakan Koran HR edisi sebelumnya, mendapat tanggapan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjar.

Kepala Seksi Perizinan DPMPTSP Kota Banjar, Dewi, saat dikonfirmasi Koran HR, Selasa (10/10/2017) lalu, mengatakan, bahwa dalam persoalan tersebut, landasan aturan yang dijadikan pedoman pihak dinasnya waktu itu masih menggunakan aturan yang lama. Sehingga, toko modern, dalam hal ini Toserba Yogya bisa mengkantongi izin dan sampai sekarang masih berdiri.

Meskipun hari ini sudah ada aturan yang baru, baik Perda Nomor 5 Tahun 2014, maupun Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, yang keduanya mengharuskan untuk menyediakan areal tempat parkir sesuai apa yang disebutkan dalam aturan tersebut.

Bahkan, menurut Dewi, pihaknya pun tak segan-segan untuk memperingatkan dan selalu menghimbau terhadap pihak Toserba Yogya, supaya sesegera mungkin menyediakan lahan parkir seperti apa yang tertera dan diisyaratkan dalam aturan yang baru, yakni Perda Kota Banjar No:5/2014 dan Perpres No:112/2007 yang sudah ada.

“Sebenarnya pihak pengusaha toko modern tersebut telah menyanggupi untuk bisa kooperatif. Karena waktu dulu kita kasih surat pernyataan untuk memenuhi persyaratan izin yang belum terpenuhi agar segera direalisasikan,” terangnya.

Bahkan, lanjut Dewi, pihak pengusaha toko modern tersebut juga sudah menyepakati dan menyanggupinya sebagai bentuk komitmen dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Meskipun hal itu sampai saat ini tak kunjung direalisasikan dengan dalih belum adanya tempat yang tersedia untuk dijadikan tempat parkir di sekitar lokasi tersebut.

“Sebagai bentuk ketegasan dan komitmen dalam mengikuti aturan yang ada, kami pun akan menolak ketika pihak Toresba Yogya mengajukan izin perluasan pembangunan gedung, ketika syarat-syarat izin, termasuk penyediaan areal parkir belum terpenuhi,” ujar Dewi.

Sementara itu, untuk mengkonfirmasikan permasalahan tersebut, Koran HR mencoba mendatangi pihak Toseba Yoyga. Namun, hingga berita ini diturunkan, orang yang berkompeten di toserba itu belum bisa ditemui karena tidak ada di kantornya. (Tsabit/Koran HR)

- Advertisment -