Senin, Mei 23, 2022
BerandaBerita BanjarSosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Ini Kata Cucu Soekarno Saat di Banjar

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Ini Kata Cucu Soekarno Saat di Banjar

Sosialisasi empat pilar kebangsaan di Aula Kecamatan Banjar. Foto: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Ratusan peserta yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pemerintah desa, pemerintah kecamatan, TNI, Polri, Tokoh Agama serta tokoh masyarakat ikuti sosialisasi empat pilar kebangsaan di Aula Kecamatan Banjar. Acara yang langsung diisi anggota DPR RI Puti Guntur Soekarno Putri tersebut berlangsung khidmat, Senin (09/10/2017).

Dari pantauan HR Online, dalam materi empat pilar tersebut Puti menyampaikan materi meneguhkan kembali pancasila sebagai ideologi dan dasar Negara kepada para peserta. Tak hanya itu, Ketua DPRD Banjar Dadang Kalyubi serta Wakilnya Nana Suryana juga tampak khusu mengikuti acara tersebut.

Saat dikonfirmasi sejumlah awak media, Puti menyampaikan bahwa sosialisasi empat pilar kebangsaan merupakan kewajiban bersama yang perlu disampaikan kepada masyarakat. Apalagi, kata Puti, baik ASN, Pemdes, Pemerintah Kecamatan, TNI, Polri, tokoh agama dan tokoh masyarakat merupakan ujung tombak dalam mensosialisasikan paham Pancasila kepada masyarakat.

“Kita pandang Pancasila sebagai perekat masyarakat dari terpaan berbagai isu yang berkembang. Mereka adalah ujung tombak untuk terus mensosialisasi nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat. Sebab, mereka  selalu bersama-sama masyarakat di setiap kegiatan,” ungkapnya.

Puti menambahkan, isu paling memungkinkan memecahbelah bangsa ini salah satunya adalah isu SARA. Karena itu, ia mengajak berbagai elemen, terutama peserta sosialisasi untuk tidak bosan-bosannya merangkul masyarakat demi mempertahankan keutuhan Negara Indonesia.

“Saya kira isu SARA adalah isu kecil. Akan tetapi, jangan sampai isu kecil itu justru semakin membesar dengan mudah. Cara penanganannya, adalah dengan penanaman dan penularan pemahaman Pancasila beserta nilai-nilainya kepada masyarakat. Kita tahu bangsa kita adalah bangsa yang beraneka ragam budaya, bahasa, suku maupun agama.  Jangan sampai persatuan ini pecah,” tegasnya. (Muhafid/R6/HR-Online)

- Advertisment -