Minggu, Mei 22, 2022
BerandaBerita BanjarSwafoto Syur Trend Remaja Banjar Kekinian

Swafoto Syur Trend Remaja Banjar Kekinian

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kenakalan remaja saat ini dinilai sudah makin menjadi, pergaulan menyimpang justru menjadi kebanggaan, seperti pergaulan bebas, merokok, minuman beralkohol, berfoto seksi hingga berpose nyaris bugil.

Berbagai perbuatan menyimpang yang dilakukan anak usia dini tersebut, merupakan bentuk nyata adanya dekadensi moral telah terjadi pada mereka. Hal-hal tabu mereka anggap menjadi biasa, apalagi bila bicara kekinian.

Istilah semakin menjadi-jadinya perilaku menyimpang anak usia dini, saat ini telah memiliki istilah baru yaitu perilaku “Kids zaman Now”, seperti hasil investigasi HR terhadap perilaku anak remaja Kota Banjar yang gemar berfoto syur, hanya untuk di unggah di Media sosial atau lainnya.sDi awal bulan Oktober 2017 lalu, warga Banjar pun sempat dihebohkan dengan beredarnya foto telanjang dada seorang anak perempuan di Kota Banjar. Dalam foto itu remaja tersebut berselfie di dalam sebuah ruangan, tapi tak jelas di mana tempatnya karena hanya berlatar belakang dinding tembok.

Selain itu, ada juga remaja perempuan lainnya yang dengan sengaja difoto oleh temannya dalam keadaan memakai baju minim. Mungkin menurut mereka hal seperti ini adalah sebagai suatu kebanggaan dan trend masa kini.

Kedua remaja itu merupakan contoh dari sekian banyaknya oknum remaja yang melakukan foto berpose seksi, bahkan nyaris bugil dengan menggunakan ponsel mereka. Tidak hanya itu, setelah difoto, kemudian mereka unggah di media sosial.

Miris memang, entah apa yang ada dalam pikiran para oknum remaja tersebut. Mereka dengan bangga berfoto memamerkan sebagian tubuhnya untuk diumbar di media sosial, atau bahkan untuk dibagikan ke teman-teman dekatnya, terlebih kepada kekasih hatinya.

Hal ini tentunya mendapat tanggapan dari berbagai kalangan. Seperti yang diungkapkan Deden (42), salah seorang warga Kelurahan Banjar, Kota Banjar. Ia menilai, pergaulan remaja saat ini sudah sangat bebas dan bisa dikatakan liar.

Namun, dalam hal ini orang tua harus bisa memilah serta membatasi pergaulan anaknya, tapi tidak terlalu menekan. Kemudian, beri dia pemikiran-pemikiran yang positif sehingga orang tua nantinya bisa dijadikan tempat curhat atau sharing oleh anaknya.

“Saya juga mempunyai anak remaja. Sebagai orang tua wajib mengawasi anak dalam hal pergaulan. Saya memang memberi aturan ketat terhadap anak saya, namun dalam hal ini jangan terlalu menekan. Sebisa mungkin antara anak dengan orang tua bisa jadi teman di rumah, anak pun butuh tempat untuk bertukar pikiran atau sharing dengan orang tuanya,” ujar Deden, kepada Koran HR, Senin (23/10/2017).

Pendapat serupa datang dari kalangan akademisi, Joko Nurhidayat, bahwa pesatnya perkembangan teknologi bisa mempengaruhi perilaku manusia, khususnya remaja. Akibat dihinggapi rasa narsis yang begitu tinggi, sehingga para remaja dengan penuh percaya diri tampil di depan kamera dengan pose-pose yang sedikit membuka aurat.

“Kenakalan remaja jaman sekarang memang sangat liar. Mereka kerap bermedia sosial dan menghabiskan waktu yang menyebabkan autis atau sibuk dengan dunianya sendiri. Selain itu, mereka pun kerap berpose seksi hingga berselfie tanpa menggunakan busana di depan kamera,” katanya.

Menurut Joko, hal seperti ini awalnya hanya iseng dan untuk seru-seruan. Namun, mereka tidak sadar bahwa apa yang dilakukannya itu mengandung resiko yang sangat tinggi.

“Resikonya saat ia teledor seperti HP tertinggal, hilang dicuri orang, atau keteledoran lainnya, dan hal ini bukan tidak mungkin pose-pose seksi miliknya akan tersebar luas. Untuk itu, saya meminta kapada para remaja jika berpose di depan kamera yang wajar-wajar saja,” kata Joko. (Hermanto/Koran HR)

- Advertisment -