Minggu, Mei 29, 2022
BerandaBerita BanjarWarga Binangun Banjar Menyulap Sapu Lidi jadi Karya Seni Bernilai Jual Tinggi

Warga Binangun Banjar Menyulap Sapu Lidi jadi Karya Seni Bernilai Jual Tinggi

Mustofa Anggih (45), warga Dusun Pengasinan, Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, saat memberikan pelatihan kerajinan tangan berbahan baku sapu lidi di Kalimatan Utara pada bulan Agustus 2017 lalu. Photo: Istimewa.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Mustofa Anggih (45), lelaki setengah baya berambut gondrong, warga Dusun Pengasinan, Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar ini namanya tak asing lagi bagi masyarakat di lingkungannya. Dia dikenal sebagai pengrajin sapu lidi yang diolahnya menjadi berbagai produk karya seni bernilai ekonomi tinggi. 

Lidi yang semula hanya sebagai alat untuk menyapu sampah, kini dengan sentuhan tanganya yang lincah disulap naik kelas menjadi barang-barang bernilai jual tinggi, seperti lampion, piring, keranjang dan barang perabotan perlengkapan rumah lainnya.

Tidak hanya berhenti sampai di situ, dirinyapun mulai merambah mengembangkan bahan baku lain dari daun pandan untuk dianyam dijadikan box tisue, bingkai cermin, kotak kado dan kerajinan lainnya.

“Ya, ini lagi mulai mengembangkan kerajinan dari bahan lainnya. Alhamdullih, di pasaran juga sudah ada yang tertarik dan meminatinya untuk membeli,” kata Mustofa, saat dijumpai Koran HR pekan lalu.

Kreatifitasnya yang dinilai memiliki potensi ekonomi dan prospek cerah dalam mengembangkan usaha bisnis rumahan tersebut, telah mampu menginspirasi banyak orang untuk ikut belajar kepadanya.

“Banyak warga sekitar yang tertarik untuk mengembangan kerajinan dari bahan sapu lidi, terutama ibu-ibu yang sering datang ke sini ingin ikut belajar membuat kerajinan, kata mereka itung-itung buat ngisi waktu luang dari pada mengganggur,” tuturnya.

Bahkan, pada bulan Agustus lalu, dirinya juga diundang ke Kalimantan Utara oleh perusahan PT. Mandiri Inti Perkasa, untuk ikut membantu melatih dan mengembangan kerajian tangan di daerah tersebut.

“Saya berada di sana kurang lebih sekitar 10 hari. Alhamdullih, sekarang perkembanganya bagus dan sudah berjalan,” ucapnya.

Mustofa mengaku, sebagai masyarakat Banjar, khususnya Desa Binangun, dirinya merasa bangga dengan apa yang selama ini dikerjakannya, karena sedikitnya bisa memberikan manfaat bagi orang lain, khususnya untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

Rencananya, Mustofa juga akan membuka galeri kerajinan di depan rumahnya sebagai tempat menyimpan dan menjadi sample dari hasil karyanya. Hal itu sebagai upaya untuk lebih mudah mempromosikan hasil kerajinan tangannya ke banyak orang. (Tsabit/R3/Koran-HR)

- Advertisment -