Terkait (Status) MI Pasawahan, Kemenag Ciamis Dituding Diskriminatif

 

Kepala Kemenag Kabupaten Ciamis, Yusron Kholid, saat berkunjung ke MI Pasawahan. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Warga Dusun Ciakar, Desa Pasawahan, Kecamatan Banjaranyar, menyayangkan sikap Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis, terkait respon terhadap musibah ambruknya bangunan MI Pasawahan.

Menurut warga, Kemenag Ciamis terkesan menunjukkan sikap diskriminatif atau membeda-bedakan pelayanan antara kepada madrasah swasta dan madrasah Negeri. Padahal, baik madrasah swasta ataupun negeri berada di bawah naungan Kemenag.

Kepala Desa Pasawahan, Jajang Jaelani, ketika ditemui HR Online, Selasa (07/11/2017), terang-terangan mengaku kecewa dengan sikap Kemenag tersebut. Pihaknya menilai Kemenag cuci tangan terkait insiden yang menimpa MI Pasawahan.

“Meski MI ini milik swasta, semestinya Kemenag itu bersikap bijak dan tidak pilih kasih. Apalagi MI Pasawahan inikan berada di bawah naungan Kemenag Ciamis. Setidaknya jangan malah menyudutkan kepada pihak Yayasan soal biaya perbaikannya,” kata Jajang.

Alangkah bijaknya, kata Jajang, seandainya Kemenag Ciamis memberikan solusi serta upaya, sebagai bentuk tanggung jawab lembaga pemerintah. Jika hal ini malah diserahkan kepada Yayasan untuk menanggung sepenuhnya, Jajang mempertanyakan keberpihakan serta tanggung-jawab pemerintah dalam upaya pengembangan pendidikan.

Jajang mengungkapkan, selain merusak bangunan MI Pasawahan, pergeseran tanah yang terjadi di Dusun Ciakar juga menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan, dan satu diantaranya roboh.

“Dalam catatan saya, ada 28 rumah yang mengalami kerusakan, satu rumah roboh, enam mengalami kerusakan parah dan tidak lagi layak untuk dihuni. Selain itu, juga beberapa jalan penghubung antar desa amblas dan retak,” katanya.

Jajang mendesa Pemerintah Kabupaten Ciamis segera mengambil sikap atau tindakan untuk menanggulangi paska bencana tersebut. Bahkan pihaknya berharap ada upaya relokasi mengingat wilayah Ciakar saat ini kondisinya sudah tidak bersahabat dan membahayakan warga sekitar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Kemenag Ciamis, Yusron Kholid, melakukan kunjungan ke MI Pasawahan untuk meninjau langsung kondisi bangunan MI paska ambruk.

Dalam kesempatan itu, Yusron menegaskan, Kemenag Ciamis tidak memiliki anggaran untuk membantu membangun kembali MI Pasawahan. Meski begitu, Yusron berjanji akan berupaya mengupayakan bantuan dari Pemkab Ciamis dan Kemenag Pusat.   

“Kemenag Ciamis tidak mempunyai anggaran, apalagi kewenangan, mengingat MI Pasawahan ini adalah swasta. Sebenarnya yang lebih bertanggung jawab untuk memperbaiki bangunan MI Pasawahan ini adalah pihak Yayasan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Yusron menyerahkan bantuan berupa uang sebesar Rp. 10 juta, untuk membantu meringankan beban pihak MI Pasawahan. (Suherman/R4/HR-Online)

Baca juga ;

Atap Bangunan MI Pasawahan Ciamis Terpaksa Dibongkar

Sekolah Ambruk, Siswa MI Pasawahan Ciamis Belajar di Tenda

Belajar di Tenda, Siswa MI Pasawahan Ciamis Mengaku Tidak Nyaman

Ini Penyebab Ambruknya MI Pasawahan Ciamis

Kemenag Ciamis tak Miliki Anggaran Bangun MI Pasawahan yang Ambruk

 

KOMENTAR ANDA

Komentar