Askot PSSI Banjar Siap Bangkitkan Persepakbolaan

Tim sepak bola Kota Banjar saat disambangi Ketua Askot PSSI Kota Banjar, Dadang Kalyubi di Stadion Sport Center Langensari Banjar. Foto: Nanang Supendi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kekalahan tim sepakbola Kota Banjar dalam dua laga pertandingan kualifikasi Porda Jabar 2018 group B, hampir pasti memupus untuk lolos ikut Porda Jabar 2018 mendatang. Artinya, keinginan masyarakat Kota Banjar bisa melihat lagi para pemain sepakbola daerahnya bertarung di tingkat Jabar masih sebuah mimpi.

Namun, warga Banjar tak perlu pesimis karena harapan itu ada pada kompetisi sepakbola lainnya, di mana Askot PSSI Kota Banjar rencananya di tahun 2018 mendatang akan mengikutsertakan Persikoban dalam kompetisi kasta ke-3 Nasional, yang diawali dengan Liga 3 Jabar.

Rencana hal itu diawali dengan dibuktikannya menggelar kompetisi sepakbola antar klub se-Kota Banjar, yang pembukaannya sudah dilakukan di Stadion Sport Center Langensari pada hari Sabtu (28/10/2017) lalu. Kompetisi itu digelar yang muaranya untuk menyeleksi pemain atau pembentukan tim Persikoban.

Ketua Askot PSSI Kota Banjar, Dadang R Kalyubi, mengatakan, berdasar hasil kongres luar biasa Askot PSSI Kota Banjar tanggal 10 Maret 2017, dan ditindaklanjuti dengan keluarnya surat pengakuan dari Asprov PSSI Jabar No.196/JBR/UD/114/III-2017 tertanggal 11 Maret 2017, serta surat pengukuhan kepengurusan Askot PSSI Kota Banjar dari Asprov PSSI Jabar No.02/JBR/DSS/III-2017, menjadi titik tolak dari kebangkitan kembali sepakbola Kota Banjar setelah lebih 2 tahun ASKOT PSSI Banjar status keanggotaannya ditangguhkan, karena belum memenuhi statute.

“Ya tentu dengan itu semua, kami bertekad untuk membangkitkan kembali sepakbola Kota Banjar. Askot PSSI Banjar sedang berproses pembenahan organisasi/manajemen, peningkatan SDM ketenagaan dan mengadakan kompetisi,” tandas Dadang.

Menurutnya, dengan gelaran kompetisi sepakbola antar klub di bawah naungan Askot PSSI Banjar sebanyak 22 klub ini, yang tahapan pelaksanaan kompetisi dimulai sejak Agustus lalu berupa pendataan dan verifikasi klub yang akan mengikuti kompetisi. Selain itu, pada tanggal 21-25 Oktober 2017 juga sudah dilaksanakan kursus wasit C3 untuk perangkat pertandingan kompetisi.

“Kursus wasit C3 itu sekaligus merupakan sejarah pertama kalinya Askot PSSI Banjar melaksanakannya. Kursus itu pula sebagai bentuk peningkatan SDM perangkat pertandingan dan diikuti 21 orang, terdiri 13 orang dari Askot PSSI Banjar, termasuk 2 orang wasit perempuan dan 8 orang dari luar Kota Banjar,” terangnya.

Dadang berharap, kompetisi sepakbola atau Liga Kota Banjar ini mampu membangkitkan kembali gairah dan animo insan sepakbola di Kota Banjar. Terpenting adalah menggali potensi bibit muda yang ada. Kompetisi tersebut dikhususkan ber-KTP Kota Banjar, dengan pengecualian untuk klub Digjayana FC (Raider 323), POP Polres dan PS Pemkot Banjar.

Untuk kedepannya, Askot PSSI Kota Banjar juga akan melaksanakan kompetisi sesuai program PSSI Jabar maupun nasional, yaitu berjenjang tingkatan usia, baik itu U-13, U-15, U-17, U-19, dan U-21.

“Gelaran kompetisi antar klub yang kita laksanakan ini akan berakhir di bulan Februari 2018, atau partai finalnya saat moment HUT Kota Banjar. Selain kompetisi sepakbola ini, Askot PSSI Banjar pun akan menggulirkan kompetisi futsal yang direncanakan sekitar pertengahan November 2017,” paparnya.

Menurut Dadang, kekalahan beruntun yang dialami tim sepakbola Porda Banjar dalam babak kualifikasi Porda Jabar 2018, tak lepas dari pembentukan timnya dalam waktu kurang dari dua minggu sebelum melakoni pertandingan pertama.

“Kita tidak memungkiri itu. Kita harus terus berupaya menata persepakbolaan Kota Banjar. Dengan kekalahan ini jangan sampai putus asa, kita ini baru untuk bangkit. Jadi terus berjuang dan penataan menjadi kunci menuju perbaikan. Yang jelas, anak-anak bermain baik, lanjutkan perjuangan,” tandas Dadang.

Sementara itu, Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, mengaku optimis sepak bola Kota Banjar bisa bangkit. Hal tersebut dikatakannya saat membuka kompetisi liga sepak bola antar klub se-Kota Banjar, di Stadion Sport Center Langensari, Sabtu (28/10/2017) lalu.

“Sepakbola Kota Banjar bisa bangkit. Namun, semua elemen terkait juga harus mempersiapkannya. Mesti fokus, terlebih atletnya atau pemuda harus memiliki semangat juang tinggi sebagaimana semangat sumpah pemuda,” tegasnya.

Karena, kesuksesan tak mungkin bisa diraih jika tanpa dipersiapkan. Maka dari itu, guna membangun sepakbola Kota Banjar yang tangguh dan maju hingga mampu ikut perhelatan kompetisi tingkat Jabar dan nasional, harus disiapkan.

Walikota juga berharap, kompetisi ini dipertahankan secara rutin dan dilakukan pembinaan di segala jenjang usia dengan kontinyu. Sebab, dari hasil pembinaan berjenjang bisa saja akan muncul atlet sepakbola Kota Banjar menjadi pemain nasional. (Nanks/Koran HR)

KOMENTAR ANDA