Dua Areal Pesawahan di Pangandaran Sering Banjir

Pembatas antara Sungai Kedungpalumpung dan sawah yang jebol menjadi salah satu penyebab banjir di wilayah Blok Bebeudilan Desa Tunggilis dan Blok Liposos di Desa Ciganjeng. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Musibah banjir yang melanda areal pesawahan di Blok Liposos, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang dan Blok Bebeudilan di Desa Tunggilis, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran setiap turun hujan menjadi perhatian bersama.

Setiap banjir yang memakan waktu cukup lama hingga berbulan-bulan itu, dikatakan Pegawai Desa Ciganjeng, Iman Saiman, salah satunya diakibatkan tanggul Sungai Kedungpalumpung mengalami jebol di dua titik, yakni yang menuju arah Blok Bebeudilan Desa Tunggilis dan satu titik lagi menuju Blok Liposos di Desa Ciganjeng.

“Tanggul yang jebol itu mencapai 50 meter panjangnya, otomatis air bisa masuk ke areal pesawahan. Selain itu, masuknya air Sungai Citanduy ke anak sungai saat debit air meningkat menambah parah banjir areal pesawahan yang mencapai 450 hektar, bahkan lebih jika ditambah dengan yang ada di Tunggilis,” kata Saiman kepada Koran HR, Selasa (28/11/2017).

Saiman menambahkan, akibat banjir ini para petani mengalami kerugian sangat besar, bahkan bila dinominalkan bisa mencapai angka Rp. 3 miliar untuk sekali panennya. Ia berharap, pemerintah untuk bisa menanganinya agar para petani tidak kelimpungan.

“Ini kan lumbung padi di Pangandaran, jadi kalau tidak bisa ditanami ya jelas merugi,” pungkasnya.

Jaja, salah satu petani di Blok Liposos, mengatakan, dirinya enggan menanam padi lantaran takut terendam banjir. Pasalnya, jika ia memaksakan menanam, tentu kerugian akan menghampirinya.

“Kami harap pemerintah mencari solusi supaya kami bisa menanam padi dengan nyaman,” singkatnya. (Ntang/R6/Koran HR)

KOMENTAR ANDA