Ketua PGRI Cabang Langensari Banjar; Guru Dituntut Kesadaran Kolektif Jalani Profesinya

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Para guru dimana pun berada, tak terkecuali di Kota Banjar ini, dituntut kesadaran kolektif dalam menjalani profesinya. Kesadaran kolektif guru menjadi suatu hal yang sangat penting dalam upaya meningkatkan disiplin dan etos kerja untuk penguatan pendidikan karakter.

Hal itu dikatakan Ketua PGRI Cabang Kecamatan Langensari, Asep Hoer, di hadapan ribuan guru di wilayahnya, saat membuka acara lomba Paduan Suara dan Nyanyi Solo, di halaman SMAN 2 Kota Banjar, Senin (12/11/2017).

“Memang itu pesan yang begitu penting dan harus dibangkitkan, sebagaimana tema HUT PGRI ke-72 dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2017,” kata Asep Hoer, kepada Koran HR, saat ditemui di sela-sela kegiatannya.

Menurutnya, kesadaran kolektif guru akan menjadi kekuatan bangsa dalam mempercepat pembangunan bidang pendidikan. Disiplin, etos kerja, serta penguatan pendidikan karakter akan terbangun dengan baik dengan adanya kesadaran kolektif dari para guru.

Karena, perbaikan karakter bangsa dimulai dari guru. Di era ini, betapa pentingnya semua guru serius dan proaktif dalam meningkatkan layanan pendidikan, sebab dimensi pendidikanlah andalan perbaikan masa depan bangsa.

Asep menandaskan, guru adalah pelayan masa depan peserta didik. Maka penguatan soliditas dan solidaritas bagian wajib tertanam dalam tubuh organisasi PGRI. Namun begitu, guru saat ini masih tak terlepas dari masalah, mulai kriminalitas, nasib guru honorer, politisasi dan berbagai proyek pemerintah yang memberatkan para guru.

Untuk itu, guru harus mampu memperjuangkan nasibnya supaya bisa lebih baik lagi, serta sebagai mitra kritis pemerintah. Sehingga, PGRI harus terus menyuarakan aspirasinya.

“Para guru itu harus mampu berprestasi, harus menjadi contoh prestatif. Guru harus bekerja melebihi tuntutan formalnya, harus mampu berkarya dalam bentuk hasil peserta didik berprestasi atau karya pribadi profesinya. Minimal berprestasi di internal sekolahnya, atau terlibat proaktif dalam organisasi profesinya,” harap Asep.

PGRI adalah organisasi besar dan kuat. Menurut Asep, jika PGRI diibaratkan kapal adalah kapal Titanic yang tidak mungkin mudah tenggelam. Tapi, bila tak sadar dan para guru lengah, batu karang dan gunung es di depan menghadang, pelan-pelan kapal itu bocor yang akhirnya tenggelam juga.

Sementara itu, Wakil Ketua PGRI Kota Banjar, Dadang Darul, menambahkan, seperti biasa, peringatan HUT PGRI selalu diramaikan di tiap-tiap cabang/kecamatan terlebih dahulu. Hal itu dilakukan agar guru-guru bisa merasakan momen penting tersebut.

Guru-guru mengadakan berbagai kegiatan positif ini tentunya untuk dapat membangkitkan kesadaran kolektif guru dalam meningkatkan disiplin, dan etos kerja untuk penguatan pendidikan karakter.

“Ya, guru di Kota Banjar harus bangkitkan itu, yaitu terkhusus tentunya untuk kemajuan pendidikan di daerahnya,” tandas Dadang.

Sebelum memasuki puncak acara HUT PGRI dan HGN, di tingkat PGRI Kota Banjar juga banyak digelar kegiatan. Untuk tingkat kota akan digelar tanggal 16 November 2017. (Nanks/R3/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA