Lagi, Nasib Bayi Malang di Banjar Ini Terancam Gagal Diadopsi Warga

Bayi malang yang dibuang orang tuanya saat digendong Neneknya Ita di Lingkungan Langen, Kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Foto: Nanang Supendi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),

Bayi perempuan cantik yang gagal diadopsi Kasim, warga Lingkungan Langen RT 03 RW 01, Kelurahan Muktisasi, Kecamatan Langensari, Kota Banjar lantaran terganjal aturan, kini bayi yang dibuang orang tuanya itu dirawat salah satu warga yang merupakan Ketua RW setempat.

Ita, anak Ketua RW, yang berniat mengadopsi bayi malang tersebut terancam gagal lantaran Dinsos Banjar berencana akan membawanya ke panti asuhan di Bandung untuk mendapatkan perawatan.

Seperti yang diungkapkan Nasrudin, Ketua RW 03, bahwa bayi yang kini dirawat anaknya tersebut akan dibawa Dinsos Banjar ke Bandung pada Senin (06/11/2017) lusa. Meski begitu, ia bersikeras untuk merawatnya.

“Bayi ini sudah diterima dan dirawat oleh kami dengan setulus hati. Kami akan pertahan, terlebih keyakinan kami sudah sesuai dengan aturan, yakni beragama mayoritas di lingkungan ini. Kenapa harus dibawa Dinsos dan akan dibawa ke panti asuhan,” kata ia dengan cukup tinggi kepada HR Online, Rabu (01/11/2017).

Baca Juga: Gagal Adopsi Bayi Malang di Banjar Ini, Kelurga Kasim Terima Lapang Dada

Malahan, tambah Nasrudin, pada Selasa (31/10/2017) kemarin Dinsos akan langsung membawanya. Akan tetapi, keluarganya serta lingkungan mempertahankannya hingga Dinsos memberikan tenggat waktu hingga Senin (06/11/2017) mendatang untuk dibawa ke Bandung.

“Pegawai Dinsos bersikukuh untuk membawa bayi ini dengan alasan harus mendapatkan perawatan terlebih dahulu selama 6 bulan di panti asuhan. Setelah itu baru diperbolehkan untuk diadopsi. Pada intinya kami diminta mematuhi prosedur dari pemerintah,” jelasnya lagi.

Baca Juga: Terganjal Aturan, Warga Banjar Ini Gagal Adopsi Bayi yang Dibuang Orang Tuanya

Hal senada juga diungkapkan istri Nasrudin, Tijah (58). Menurutnya, mempertahankan bayi untuk diadopsi anaknya tersebut lantaran sudah 12 tahun berkeluarga belum dikaruniai momongan.

“Dengan mengadopsi bayi ini, mudah-mudahan bisa sebagai pemancing untuk mendapatkan keturunan. Apalagi niatan kami perihal kesejahteraan bayi sudah dibicarakan matang. Insya Alloh anak saya mampu mengurus dan merawatnya dengan baik,” tandasnya.

Baca Juga: Bayi Dibuang Jadi Rebutan Warga Banjar

Tak hanya itu, bayi yang kondisinya sehat ini setiap hari mendapatkan pantuan dari bidan dan paraji setempat. Bahkan, keluarga Nasrudin juga akan menggelar syukuran untuk memberikan nama bayi malang tersebut.

Baca Juga: Tali Pusar Masih Melekat, Bayi Cantik di Banjar Ini Dibuang Orang Tuanya

“Jadi tolong Pemkot Banjar jangan mempersulit niatan kami untuk mengadopsinya. Kami siap mengurus administrasi sebagaimana prosedur demi sah secara hukum menjadi bagian keluarga kami,” pungkasnya. (Nanks/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA