Longsor di Cikadu Banjar, Dua Orang Tewas, Jalur Selatan Terputus

Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI/Polri dan Palang Merah Indonesia (PMI), saat melakukan simulasi penanganan bencana, di Lingkungan Cikadu, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Rabu (15/11/2017). Foto: Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Tebing setinggi 50 meter, di Lingkungan Cikadu, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, longsor, Rabu (15/11/2017). Akibatnya, dua orang tewas dalam peristiwa ini dan arus lalu lintas di jalur utama selatan Jawa Barat menuju Jawa Tengah maupun sebaliknya terputus.

Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI/Polri dan Palang Merah Indonesia (PMI), langsung mengevakuasi dua jenazah warga yang tewas tertimbun longsor.

Sementara tim yang lain tengah berupaya mengevakuasi dua orang warga yang tergencet badan mobil, akibat pohon tumbang dan menimpa sebuah mobil. Setelah berhasil dievakuasi, korban pun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Namun jangan kaget dulu! Dua peristiwa itu merupakan rangkaian simulasi penanggulangan bencana alam yang terjadi di wilayah Kota Banjar. Dalam kegiatan simulasi tersebut, melibatkan unsur BPBD, TNI, Polri, dan dinas terkait agar cepat tanggap dalam menanggulangi bencana.

Walikota Banjar, Ade Uu Sukaesih, mengatakan, di wilayah Kota Banjar terdapat 14 titik rawan longsor. Dia pun menghimbau warga untuk selalu waspada, mengingat saat ini memasuki musim penghujan.

“Ini merupakan kegiatan simulasi cepat tanggap bencana. Di Kota Banjar terdapat 14 titik rawan longsor. Saya pun menghimbau kepada warga untuk selalu waspada saat  menghadapi musim hujan seperti sekarang ini,” ujarnya.

Kegiatan simulasi ini pun sempat membuat arus lalu lintas tersendat selama kurang lebih satu jam, namun hal ini kembali lancar setelah kegiatan simulasi usai. (Hermanto/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA