Negara yang Mempunyai Aturan Ketat Pemakaian Ponsel

Ilustrasi. Foto : net/ist

Berita Teknologi, (harapanrakyat.com),-

Ponsel sekarang ini dijadikan sebagai kebutuhan yang primer, karena hampir setiap orang memiliki dan menikmatinya. Sebagian orang menggunakan ponsel generasi terbaru yaitu smartphone untuk berselancar di dunia maya.

Dengan marak beredarnya ponsel dari berbagai produk, membuat beberapa negara membikin aturan tentang ponsel, mulai dari tidak boleh menggunakan ponsel di dalam kereta sampai pemblokiran situs atau media sosial.

Berikut ini negara yang mempunyai aturan ketat terhadap pengguna ponsel, seperti dikutip dari berbagai sumber.  

Korea Utara

Yang pertama negara di Korea Utara. Di negara yang dipimpin Kim Jong Un ini penggunaan ponsel sangat diatur dengan ketat. Selain itu, ponsel juga termasuk barang yang mahal. Untuk berselancar di dunia maya sangat dibatasi, karena jaringan internet terbatas, dan jika ingin main internet menggunakan jaringan yang disediakan oleh pemerintah Korut. Larangan lainnya diantaranya akses aplikasi populer, apabila ingin nelpon dan SMS wajib memakai ponsel yang dibuat oleh pemerintah.

Jepang

Kemudian yang kedua Jepang. Pemerintah Jepang melarang pemakaian telepon seluler lewat jam 9 malam. Alasannya, dikarenakan bermain ponsel melewati waktu yang ditentukan berpengaruh terhadap kesehatan, dan yang terpenting mengurangi bullying yang biasanya dilakukan lewat chat di media sosial. Sedangkan dari sisi tatanan budaya, Jepang melarang menggunakan telpon seluler saat berada di dalam kereta, hal itu disebabkan karena dianggap tidak sopan.

China

Kemudian China yang melakukan pemblokiran terhadap aplikasi, situs dan yang terutama yaitu media sosial seperti Instagram, Twitter, dan Facebook. Namun sebagai gantinya ada aplikasi lokal yaitu Baidu dan Weibo.

Hawaii

Hawaii termasuk salah satu negara yang menerapkan denda untuk pemakai polsel yang melanggar aturan. Denda tersebut mulai dari 15 dollar AS sampai 99 dollar AS, apabila melanggar bermain ponsel di jalan raya, baik itu mengirim/membaca pesan singkat atau menerima telpon.

Rusia

Salah satu cara untuk membuka situs yang terkena blokir yaitu mengunakan VPN (virtual private network), namun rupanya untuk di Rusia sendiri layanan VPN tersebut telah dihapus. Karena Pemerintah Rusia melakukan pemblokiran terhadap situs yang bisa dikatakan bertentangan dengan pemerintah. Aturan ketat lainnya, Pemerintah Rusia meminta kepada perusahaan penyedia internet untuk menyetorkan data pengguna server. (Adi/R5/HR-Online)

KOMENTAR ANDA