Pemdes Batulawang Banjar Bangun Taman Baca Masyarakat

Pembangunan Taman Baca Masyarakat (TBM) Desa Batulawang yang bersumber dari Dana Desa. Photo: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pemerintah Desa Batulawang, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, telah merealisasikan berbagai kegiatan yang bersumber dari Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) tahap pertama di tahun anggaran (TA) 2017.

Pada realisasi tahap kedua yang kini tengah berlangsung, Pemdes Batulawang merealisasikan baik dari DD maupun ADD ke ke berbagai bidang, seperti pembangunan infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat.

Kepala Desa Batulawang, Ani Sumarna, melalui Kaur. Perencanaan Desa Batulawang, Ratna Widiatama, menyebutkan, pembangunan yang bersumber dari ADD tahap kedua di antaranya untuk membangun jalan keep yang tersebar di 17 RT. Hal tersebut dilakukan dalam rangka pemerataan pembangunan di RT yang ada di wilayah Desa Batulawang.

“Sebelumnya di tahap pertama kan kita sudah mengalokasikan untuk pembangunan drainase di beberapa RT. Nah, untuk tahap kedua kita pemerataan pembangunan jalan kip di 17 RT,” jelasnya kepada Koran HR saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (31/10/2017) lalu.

Ratna menambahkan, pekerjaan yang sumber pendanaan dari ADD lainnya adalah rabat beton yang terletak di RT 21 Dusun Pagerbatu. Sementara dari DD pembangunan jalan lingkungan yang berada di Dusun Karangsari RT 13 dan 14.

“ADD tahap kedua sudah ada yang beres, seperti pembangunan jalan lingkaran berupa rabat beton yang berada di Dusun Tundagan di RT 17, 18 dan 19 yang panjangnya sekitar 350 meter,” imbuhnya.

Adapun dari DD, lanjut Ratna, pembangunan Taman Baca Masyarakat (TBM) yang kini tengah dikerjakan dengan total biaya sebanyak Rp. 177.104.675 dengan pengerjaan selama 60 hari. Selain itu, untuk pemberdayaan dialokasikan untuk pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pemberian bantuan masyarakat miskin berupa MCK dengan pemberian bentuk barang kepada 25 rumah yang terfokus di Dusun Pagerbatu.

“Di Pagerbatu itu masih banyak yang belum menggunakan MCK alias masih BAB di kakus. Karena saat ini pemerintah gencar mensosialisasikan pola hidup sehat, kita dari Pemdes Batulawang menganggarkan untuk pembangunan MCK,” jelas Ratna.

Secara global, Ratna melanjutkan, realisasi pembangunan baik dari DD maupun ADD di Desa Batulawang sudah mencapai 70 persen. Sementara dana sisanya yang 30 persen masih belum turun lantaran masih proses pengajuan.

“Nanti di tahap ketiga dari ADD kita alokasikan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat serta pembangunan infrastruktur yang sebelumnya belum tersentuh,” pungkas Ratna. (Muhafid/Koran HR)

KOMENTAR ANDA