Kamis, Mei 26, 2022
BerandaBerita PangandaranBanyak Peninggalan Masa Megalitik, Pangandaran Jadi Tujuan Penelitian Pakar Sejarah

Banyak Peninggalan Masa Megalitik, Pangandaran Jadi Tujuan Penelitian Pakar Sejarah

Kepala Balai Badan Pelestarian Cagar Budaya Banten, Saeful Mujahid, saat bersama Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya menggelar sosialisasi Cagar Budaya di salah satu hotel di Pangandaran, Rabu (13/12/2017).

Kegiatan yang dibuka Bupati Jeje Wiradinata ini dihadiri Kepala Balai Badan Pelestarian Cagar Budaya Banten, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Pangandaran, serta para budayawan yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Kepala Balai Badan Pelestarian Cagar Budaya Banten, Saeful Mujahid, mengatakan, sosialiasi cagar budaya merupakan salah satu kegiatan berkelanjutan yang telah dilaksanakan di beberapa wilayah Balai Besar Cagar Budaya Banten, meliputi Provinsi Banten, Lampung, DKI Jakarta, dan Provinsi Jabar.

“Khusus di Jawa Barat, salah satunya kita lakukan penelitian di Pangandaran. Di sini diperkirakan ada beberapa peninggalan dari masa megalitik, seperti halnya kerang dan tulang manusia. Ini sangat penting untuk dikaji dan diteliti karena merupakan bagian dari peradaban sejarah di Pangandaran,” kata Saeful Mujahid. 

Tak hanya itu, Saeful juga mengungkapkan di Pangandaran terdapat peninggalan yang menjadi perhatian para pakar sejarah, yakni keberadaan gua, reruntuhan candi, batu kalde serta lainnya.

“Batu kalde merupakan temuan yang sangat penting dan merupakan mata rantai sejarah peradaban di Pangandaran. Ini peninggalan masa klasik dan sangat menarik. Kita tunggu hasil penelitian para pakar sejarah. Mudah-mudahan kita semua melestarikan cagar budaya,” pungkasnya. (Mad/Koran HR)

- Advertisment -