Senin, Agustus 15, 2022
BerandaBerita PangandaranBanyak Perusahaan di Pangandaran Bayar Gaji Karyawan di Bawah UMK

Banyak Perusahaan di Pangandaran Bayar Gaji Karyawan di Bawah UMK

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Sobar Sugema, saat diwawancarai HR. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com), –

Dinas Tenaga Kerja, Industri dan Transmigrasi Kabupaten Pangandaran mengungkapkan, bahwa Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pangandaran tahun 2018 naik menjadi Rp. 1.558.793,94 dari sebelumnya Rp. Rp 1.433.901,15.pebulan.

Keputusan kenaikan tersebut sesuai dengan SK Gubernur Jabar berdasarkan hasil survey kebutuhan hidup layak serta PP Nomor 78 tahun 2015 yang di dalamnya menjelaskan soal inflasi dan daya beli masyarakat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Sobar Sugema, mengungkapkan, meski keputusan UMK Pangandaran sudah jelas, namun di tahun 2017 ini baru satu perusahaan yang membayarkan pekerjanya sesuai UMK, yakni PT. Pecu.

“Sementara untuk perusahaan lain, adalah di jasa perhotelan yang mana tahun 2017 baru sampai 60 persen. Adapun sisanya belum memenuhi standar,” kata Sobar kepada Koran HR, Rabu (13/12/2017).

Sobar menghimbau, kepada perusahaan, baik di bidang produksi, perhotelan maupun lainnya, untuk mengikuti anjuran pemerintah sebagaimana yang telah disampaikan. Lantaran masih banyaknya perusahaan yang belum membayarkan pegawainya sesuai standar, Sobar secara pribadi dan kelembagaan merasa sangat prihatin.

“Pegawai kan sudah bekerja sebagaimana aturan dari perusahaan. Akan tetapi ini justru hak mereka yang seharusnya didapat malah tidak seimbang. Maka dari itu, kami harap semua perusahaan di Pangandaran untuk mengikuti aturan pemerintah,” tegasnya.

Di lokasi terpisah, salah satu pegawai hotel yang enggan disebutkan namanya, mengaku bahwa dirinya selama bekerja tiap bulannya hanya digaji pihak perusahaan di bawah Rp. 1 juta.

“Uang segitu mana cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam waktu satu bulan. Untungnya ada mes, coba kalau tidak ada, pasti semakin membengkak,” katanya kepada Koran HR. (Ntang/Koran HR)