Senin, Agustus 8, 2022
BerandaBerita PangandaranBerkunjung ke Pangandaran, Kapolda Ingin Pastikan Pengamanan di Objek Wisata

Berkunjung ke Pangandaran, Kapolda Ingin Pastikan Pengamanan di Objek Wisata

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto, usai menyaksikan simulasi penyelamatan akibat kecelakaan laut yang terjadi di pantai Pangandaran, Sabtu (30/12/2017). Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto, mengungkapkan, pihaknya ingin memastikan kesiapan pengamanan di sejumlah titik keramaian di Jawa Barat, khusus di Kabupaten Pangandaran, pada liburan tahun baru kali ini. Selain dari sisi Kamtibmas, dia juga ingin melihat kesiapan para penjaga pantai dalam menjaga kenyamanan dan keamanan para wisatawan.

Hal itu diungkapkan Kapolda usai menyaksikan simulasi penyelamatan akibat kecelakaan laut yang terjadi di pantai Pangandaran oleh tim gabungan terdiri dari Polisi Pantai, Pos AL, Balawista, dan juga para relawan. Dalam kesempatan itu Kapolda didampingi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran bertempat di Pantai Barat, Sabtu (30/12/2017).

Kapolda mengatakan, pihaknya menerima data bahwa setiap liburan tahun baru di sejumlah objek wisata di Kabupaten Pangandaran selalu dipadati wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Sebelumnya pun dia sudah mengecek situasi di objek wisata lainnya, seperti puncak dan wisata lainnya di Jawa Barat.

“Intinya kami ingin memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dan wisatawan selama musim liburan tahun baru ini. Makanya saya ingin memastikan kesiapan anggota kami dalam melalukan pengamanan di sejumlah titik-titik keramaian,” ungkapnya.

Kapolda melanjutkan, selain persiapan Kamtibmas, pihaknya pun berupaya agar di beberapa objek wisata di wilayah Jabar tidak lagi terjadi kecelakaan yang menyebabkan korban. Untuk itu, pihaknya menyiapkan anggotanya untuk memberikan kenyamanan dan keamanan pada wisatawan.

“Seperti seminggu lalu ada berita heboh di waduk Cirata mengenai 6 orang korban tenggelam. Dari pengalaman itu kita pelajari bahwa ada kebiasaan masyarakat kita yang menggampangkan pengamanan keselamatan. Seperti tempatnya sudah over kapasitas, tetapi tetap saja dipaksakan. Jelas itu akan berbahaya. Makanya kita melakukan antisipasi agar kejadian itu tidak terjadi kembali,”pungkasnya. (Mad/R2/HR-Online)