Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaBerita BanjarCurah Hujan di Banjar Tinggi, BPBD Himbau Masyarakat Waspadai Cuaca Buruk

Curah Hujan di Banjar Tinggi, BPBD Himbau Masyarakat Waspadai Cuaca Buruk

Hujan deras mengakibatkan tebing di Dusun Sukahurip, Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, longsor. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap bencana alam. Karena menurut BMKG, hingga bulan April 2018 curah hujan di Kota Banjar masih cukup tinggi dan berpotensi menimbulkan tanah longsor maupun banjir.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Banjar, Asep Setiadi, mengatakan, hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Banjar dan sekitarnya pada hari Senin (18/12/2017) petang, telah mengakibatkan sebuah tebing setinggi 20 meter longsor. Dua rumah milik warga nyaris tertimbun longsoran tebing.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB di Dusun Sukahurip, RT.8/4, Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Beruntung, pada saat kejadian pemilik rumah, Jajang (32) dan Toha (60), sedang tidak ada di tempat.

Adem (43), warga setempat mengatakan, longsoran tebing tidak mengenai rumah, hanya dedaunan dari pohon yang roboh menutupi genting kedua rumah tersebut. Dia juga menyebutkan, bahwa tebing yang longsor itu merupakan tebing keramat atau situs Dalem Kanduruan.

“Material longsor tidak mengenai rumah, padahal kedua rumah tersebut tepat berada di bawah tebing yang longsor. Selain itu, pohon yang tumbang pun hanya melintasi celah rumah satu dan yang lainnya,” tutur Adem, kepada Koran HR, saat dijumpai di lokasi kejadian, Selasa (19/12/2017).

Sementara itu, Kepala Desa Sukamukti, Yosep Firmansyah, menyebutkan, di wilayah Desa Sukamukti ada tiga titik daerah rawan longsor. Pasalnya, kontur tanah di wilayah desanya berbukit-bukit.

“Wilayah Desa Sukamukti memang ada tiga titik daerah yang rawan longsor, yakni Dusun Muktiasih, Dusun Sukahurip, dan Dusun Sukamulya. Dalam peristiwa longsor ini, kami hanya bisa mengerahkan warga untuk bergotong-royong, karena untuk pengendalian dan kesiap-siagaan sudah dicover tingkat kota melalui BPBD,” jelasnya.

Yosep juga menghimbau kepada warganya supaya jangan mendirikan bangunan rumah di daerah yang kontur tanahnya rawan longsor atau tebing. Jadi, harus dilihat dulu kondisi tanah yang akan didirikan bangunan, apakah membahayakan atau tidak. (Hermanto/Koran HR)