Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita PangandaranDijerat Pasal 340 KUHP, Suami yang Bunuh Istrinya di Pangandaran Terancam...

Dijerat Pasal 340 KUHP, Suami yang Bunuh Istrinya di Pangandaran Terancam Hukuman Mati atau Seumur Hidup

Pria berinsial AF (27), tersangka kasus pembunuhuan terhadap istrinya Tika Susika (27), yang mayatnya ditemukan warga di depan panggung terbuka kawasan Pamugaran, Pantai Barat Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jum’at (15/12/2017) lalu. Foto: Istimewa/Polsek Pangandaran

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Polres Ciamis tampaknya menerapkan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana kepada pria berinsial AF (27), tersangka kasus pembunuhuan terhadap istrinya Tika Susika (27), yang mayatnya ditemukan warga di depan panggung terbuka kawasan Pamugaran, Pantai Barat Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jum’at (15/12/2017) lalu. Selain pasal 340 KUHP, polisi pun menerapkan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

Seperti diketahui, dalam KUHP Pasal 340 soal pembunuhan berencana berbunyi ; “Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun.”

Namun begitu, soal putusan hukuman berada di tangan hakim dengan merujuk kepada alat bukti hukum. Apabila saat proses di pengadilan bukti-bukti yang ditemukan penyidik ternyata terbukti, maka AF terancam hukuman berat, mulai dari hukuman 20 tahun penjara atau sampai hukuman mati.

” Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan terhadap pelaku, kami menemukan adanya dugaan pembunuhan yang direncanakan. Makanya kami tak hanya menjerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan (biasa), tetapi diterapkan juga pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, ” kata Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Hendra Virmanto, kepada HR Online, belum lama ini.

Menurut Hendra, kasus pembunuhan ini dilatarbelakangi dari masalah percekcokan suami-istri. Kepada polisi, AF mengaku kesal terhadap istrinya, karena disuruh meninggalkan pekerjaannya sebagai PL (Pemandu Lagu) karaoke, tetapi istrinya menolak. Dari permasalahan itulah yang menyebabkan pasangan suami-istri ini bertengkar hebat dan berujung istrinya tewas di tangan suaminya.

  1. “Dari pengakuan pelaku, istrinya tewas akibat dicekik lehernya setelah terjadi pertengkaran hebat antara keduanya. Dari hasil pemeriksaan medis pun ditemukan luka lebam di leher korban. Namun, kami masih mendalami kasus ini dengan terus melakukan pemeriksaan terhadap pelaku,” ujarnya.

Sebelumnya, pelaku kasus pembunuhan dengan korban seorang perempuan bernama Tika Susika (27), warga Perum Kotabaru Jl. Jakarta RT.004 RW. 017 Kotabaru Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, yang mayatnya ditemukan warga di depan panggung terbuka kawasan Pamugaran, Pantai Barat Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Jum’at (15/12/2017) siang sekitar pukul 10.00 WIB, berhasil dibekuk aparat kepolisian.

Ternyata pelakunya pria berinisial AF, yang tak lain adalah suami korban. AF ditangkap tim gabungan Polda Jabar dan Polres Ciamis, di rumah pamannya atau posisinya bersebrangan dengan rumah orangtunya di Dusun Karangkedang, Desa Langkapsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Minggu (18/12/2017) sekitar pukul 17.00 WIB. (R2/HR-Online)