Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita BanjarHampir Satu Bulan PJU di Jl. Kapten Jamhur Banjar Padam

Hampir Satu Bulan PJU di Jl. Kapten Jamhur Banjar Padam

Kondisi Jalan Kapten Jamhur, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, saat malam hari tampak gelap lantaran fasilitas PJU yang ada di jalan tersebut sudah lama padam. Photo: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Hampir setengah bulan lamanya, lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Kapten Jamhur-Jalan Tentara Pelajar, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, masih padam. Padahal, fasilitas penerangan sangat penting pada jalan yang cukup ramai dilalui kendaraan guna meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

Dari pantauan Koran HR di lokasi, padamnya PJU di jalan tersebut membuat suasana jalan tampak semakin gelap. Bahkan, selama lampu padam telah beberapa kali kecelakaan lalu lintas terjadi.

Asep, salah seorang warga setempat, mengatakan, padamnya lampu PJU sudah terjadi sejak setengah bulan lalu, yakni ketika terjadi hujan deras. Namun, sampai sekarang lampu penerangan itu belum juga diperbaiki oleh dinas terkait.

“Seharusnya cepat ditanggapi dengan melakukan pengecekan secara rutin pada titik-titik PJU yang sering padam. Kalau padam terus begini, apalagi sampai setengah bulan, kinerja pemerintah melalui dinas terkait justru dipertanyakan. Ini kan dibangun dan dirawat pakai uang negara yang juga dari masyrakat, jadi gunakan sebaik-baiknya, salah satunya untuk merawat PJU,” kata Asep, saat dijumpai Koran HR, Selasa (12/12/2017).

Hal senada juga diungkapkan salah satu pengguna jalan, Susi. Menurunya, PJU yang sering padam di berbagai titik, khususnya di Jalan Kapten Jamhur, menjadi pehatian bersama soal penanganan maupun perawatannya. Sebab, fasilitas PJU yang sudah berdiri itu merupakan bagian dari harapan masyarakat agar kondisi jalan terang.

“Ini sudah dipasang malah dibiarkan padam. Kalau di tempat lain yang belum dipasang PJU justru diminta supaya dipasang. Jadi, kita sebagai warga menginginkan agar pemasangan PJU itu sesuai kebutuhan, dan juga berdasarkan asas kemanfaatan masyarakat, apalagi di daerah rawan kecelakaan maupun kejahatan,” kata Susi. (Muhafid/Koran HR)