Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaBerita PangandaranJalan di Pangandaran Kotor Akibat Batu Cabluk, Rekanan Diminta Tanggung Jawab

Jalan di Pangandaran Kotor Akibat Batu Cabluk, Rekanan Diminta Tanggung Jawab

Jalan raya Pangandaran-Cijulang yang berada di Wonoharjo tampak kotor akibat sisa pengangkutan batu cabluk. Foto: Madlani/HR 

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Banyaknya material sisa batu kapur atau batu cabluk yang berceceran di jalan raya Pangandaran dikeluhkan warga. Pasalnya, rekanan yang menggunakan fasilitas jalan umum tersebut seolah acuh tak acuh dengan kondisi jalan yang kotor akibat pekerjaannya. Tak hanya itu, saat hujan turun pun kondisi tersebut membahayakan pengendara lantaran licin.

Agus, salah seorang warga, mengatakan, banyaknya pekerjaan pengurugan oleh rekanan menggunakan batu cabluk sebagai bahan utamanya sangat mengganggu pengendara, begitu juga masyarakat sekitar jalan. 

Ia menambahkan, batu cabluk yang berserakan di jalan menurutnya sangat merusak jalan. Sebagai contoh, kata ia, di Jalan Cibeureum, selain kotor, becek dan licin, jalan juga rusak akibat mobil pengangkut cabluk yang mana sisa batu cabluk berserakan di jalan dan di biarkan saja. 

“Masih banyak lokasi yang seperti ini. Saya harap pemerintah tegas terhadap rekanan yang tidak bertanggung jawab dengan pekerjaannya,” pungkasnya. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pangandaran, Surya Dharma, mengatakan, pihaknya sudah memberikan teguran kepada rekanan yang menggunakan fasilitas jalan umum untuk melakukan kegiatan pengangkutan batu cabluk. 

“Kita sudah berikan teguran ke mereka karena mengganggu lingkungan. Namun belum juga ada perubahannya,” kata Surya kepada Koran HR, Senin (18/12/207).

Ia menambahkan, asal muasal batu cabluk yang dimanfaatkan oleh rekanan tersebut juga belum diketahuinya. Padahal, bila diambil dari suatu daerah, perlu adanya izin terlebih dahulu. 

“Batu cabluk yang boleh diambil itu di wilayah Kalipucang dan Padaherang, kalau di wilayah Pangandaran hingga ke Cijulang tidak boleh diambil. Sebab, kontur daerahnya sebagai lokasi resapan,”imbuhnya. 

Surya menjelaskan, bahwa keberadaan batu cabluk sangat bermanfaat sebagai resapan air. Maka dari itu, tidak semua wilayah dapat dimanfaatkan batu cabluknya.

“Memang hingga saat ini belum ada laporan kepada kami soal ketidaknyamanan dalam menggunakan jalan raya. Silahkan datang saja ke kami atau Dinas PU soal jalan yang tidak nyaman akibat batu cabluk,” pungkasnya. (Mad/Koran HR)